Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Trump Perpanjang Sanksi AS Terhadap Rusia. Gara-Gara Senjata Terbaru Moskow?

Kami tidak memicu sanksi. Kami menganggap (sanksi-sanksi) tersebut ilegal dan berbahaya bagi rakyat kedua negara dan seluruh dunia.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 04 Maret 2018  |  11:57 WIB
Trump Perpanjang Sanksi AS Terhadap Rusia. Gara-Gara Senjata Terbaru Moskow?
Presiden Amerka Serikat Donald Trump. - Reuters
Bagikan

Kabar24.com, MOSKOW - Rusia menyatakan keberatannya atas langkah AS memperpanjang sanksi ke negeri itu.

Pemerintah Rusia pada Sabtu mengecam perpanjangan sanksi-sanksi oleh Washington terhadap Moskow sebagai tindakan yang ilegal dan berbahaya.

"Kami tidak memicu sanksi. Kami menganggap (sanksi-sanksi) tersebut ilegal dan berbahaya bagi rakyat kedua negara dan seluruh dunia," kata juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov, kepada para wartawan dalam acara jumpa pers harian, seperti dilaporkan Antara, Minggu (4/3/2018).

Kecaman itu muncul setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Jumat menandatangani perintah eksekutif untuk melanjutkan sanksi-sanksi terhadap Rusia, yang sedang berlaku saat ini, selama satu tahun lagi.

Pemerintahan AS sebelumnya, di bawah kepemimpinan Presiden Barack Obama menjatuhkan sanksi-sanksi tersebut menyusul referendum Krimea pada 2014 dan konflik di Ukraina timur.

Pada Kamis, Presiden Rusia Vladimir Putin memamerkan sejumlah persenjataan strategis baru yang "bisa menembus sistem pertahanan apa pun," sementara Departemen Luar Negeri AS menuding Moskow melanggar kesepakatan pengendalian persenjataan. 

Tak ada penjelasan resmi apakah perpanjangan sanksi itu terkait dengan rudal baru Rusia?

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

as rusia

Sumber : Antara/Xinhua-OANA

Editor : Saeno
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top