Oesman Sapta Lakukan ‘Pembersihan’ jika Kader Merusak Hanura

Ketua Umum Partai Hanura Oesman Sapta menyatakan akan memberikan maaf jika ada kader partai yang bersalah dan mengakui kesalahan, kemudian meminta maaf.
Newswire | 23 Februari 2018 10:17 WIB
Ketua Dewan Pembina Wiranto (tengah) bersama kedua Ketua Umum Partai Hanura Oesman Sapta Odang (kedua kiri) dan Daryatmo (kanan) beserta sejumlah pengurus kedua kubu berjabat tangan setelah pertemuan tertutup di di Hotel Ritz Carlton, Mega Kuningan, Jakarta, Selasa (23/1). - Antara/Reno Esnir

Kabar24.com, JAKARTA - Ketua Umum Partai Hanura Oesman Sapta menyatakan akan memberikan maaf jika ada kader partai yang bersalah dan mengakui kesalahan, kemudian meminta maaf.

"Jadilah manusia yang tulus, ikhlas, dan tidak berkhianat," kata Oesman Sapta di Jakarta, Jumat (23/2/2018).

Menurut Oesman kalau ada yang mencoba merusak partai, maka akan dilakukan pembersihan untuk menyelamatkan partai. Cara pembersihan itu mungkin tidak populer, tapi harus dilakukan.

"Jangan ada dusta di antara kita," katanya.

Namun, jika ada kader partai yang bersalah dan mengaku salah, kemudian meminta maaf, Oesman menyatakan, akan memafkannya. Dia mengakui belajar memiliki kebijaksanaan seperti itu dari pendiri sekaligus Ketua Dewan Pembina Partai Hanura Wiranto.

"Pak  Wiranto itu terlalu baik, orang yang sudah salah dimaafkan. Pak Wiranto juga mengingatkan saya untuk memaafkan orang yang salah, jika mengakui kesalahannya," kata Oesman.

Sebelumnya, pada acara Syukuran Partai Hanura Lolos sebagai Peserta Pemilu 2019, Oesman Sapta juga bercerita perihal dirinya pernah satu organisasi dengan Wiranto di PB FORKI (Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia) selama 10 tahun.

Wiranto sebagai ketua umum, sedangkan Oesman Sapta sebagai bendara umum. Selama 10 tahun Wiranto tidak pernah bertanya soal keuangan.

"Karena setiap ada kebutuhan dana, selalu saya selesaikan," kata Oesman.

Menurut Oesman dalam organisasi tentunya ada tantangan dan kendala. Dalam organisasi, kata dia, selalu ada pelanggaran dan dirinya selalu membersihkan.

"Tidak benar saya membeli Partai Hanura Rp200 miliar, apalagi mengambil uang partai Rp200 miliar. Yang ada, saya yang menertibkan oknum-oknum yang berusaha menggerogoti partai," katanya.

Sumber : Antara

Tag : hanura
Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top