Industri Logistik Minta Penerbangan Khusus Kargo di Makassar

Pengiriman barang lewat udara di Bandara Sultan Hasanuddin Makassar dinilai sudah membutuhkan armada khusus angkutan kargo untuk mendukung penetrasi bisnis pelaku usaha sektor tersebut.
Amri Nur Rahmat | 20 Februari 2018 07:53 WIB
Pesawat kargo - Ilustrasi

Bisnis.com, MAKASSAR - Pengiriman barang lewat udara di Bandara Sultan Hasanuddin Makassar dinilai sudah membutuhkan armada khusus angkutan kargo untuk mendukung penetrasi bisnis pelaku usaha sektor tersebut.

Ketua Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) Sulawesi Selatan dan Barat (Sulselbar) Syaifuddin Saharudi mengatakan saat ini, volume barang dari maupun masuk ke Makassar lewat udara masih bertumpu pada penerbangan reguler penumpang. Kondisi tersebut menjadi salah satu kendala bagi pelaku usaha dalam memacu kapasitas maupun volume pengiriman barang lantaran harus berbagi dengan barang milik penumpang pesawat udara.

"Belum lagi jadwal pengiriman harus mengikuti penerbangan reguler, sehingga memang sudah saatnya mesti ada pesawat khusus kargo untuk mengakomodir distribusi logistik melalui Bandara Sultan Hasanuddin," ujarnya, Senin (19/2/2018).

Selain itu, pertumbuhan volume barang yang dikirim melalui udara dari Bandara Sultan Hasanuddin juga terus mencatatkan pertumbuhan cukup atraktif dalam beberapa waktu terakhir. Syaifuddin menggambarkan volume barang yang dikirim secara rerata harian berada di kisaran 60 ton hingga 100 ton, yang mana pengirimannya mengacu pada jadwal penerbangan reguler.

Dia mengharapkan pemerintah maupun otoritas dan instansi terkait bisa segera memfasilitasi penyediaan penerbangan khusus kargo dari Bandara Sultan Hasanuddin agar menjadi stimulus bagi industri logistik di daerah tersebut. Selain itu, penyediaan gudang penyimpanan dengan kapasitas lebih besar serta fasilitas cold storage juga dinilai mesti segera direalisasikan di bandara terkait.

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan Sulawesi Selatan (Sulsel) Hadi Basalamah mengakui pengiriman komoditas melalui udara terus mencatatkan pertumbuhan dari tahun ke tahun.

"Bahkan, dalam program ekspor tiga kali lipat yang kami canangkan sejak 2015 juga memanfaatkan pengiriman lewat udara, terutama untuk komoditas perikanan dan pertanian," ungkapnya.

Terkait permintaan pelaku usaha untuk penyediaan penerbangan khusus kargo, Hadi menyatakan bakal membangun koordinasi dengan beberapa pihak terkait untuk memetakan potensi kargo udara melalui Bandara Sultan Hasanuddin. Menurutnya, langkah tersebut merupakan bentuk fasilitasi Pemerintah Daerah (Pemda) untuk mengakomodir permintaan pelaku usaha dalam memperluas cakupan perdagangan Sulsel.

Tag : angkutan kargo
Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top