Penyerang Gereja St Lidwina Masih Kritis, Motif Belum Bisa Diketahui

Motif pelaku penganiayaan empat orang korban di Gereja St. Lidwina, Jambon Trihanggo, Gamping, Kabupaten Sleman, Minggu pagi, masih belum diketahui.
Newswire | 11 Februari 2018 12:28 WIB
Ilustrasi - Antara

Kabar24.com, SLEMAN - Hingga kini pihak Kepolisian belum dapat mengungkap motif penyerangan bersenjatakan parang di Gereja St. Lidwina.

Hal itu disampaikan Kepala Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta Yogyakarta Brigjen Pol Ahmad Dofiri.

"Tentang motif, jangan berspekulasi dulu. Pelaku kondisinya masih kritis, jadi belum bisa ditanyai. Tunggu penyelidikan lebih lanjut," katanya saat ditelepon, Minggu (11/2/2018).

Seperti diberitakan sebelumnya, pelaku melakukan penganiayaan terhadap empat orang korban di Gereja St. Lidwina, Jambon Trihanggo, Gamping, Kabupaten Sleman, Minggu pagi.

Pelaku yang diketahui bernama Suliono, saat ini sedang dirawat di Rumah Sakit UGM, Sleman, DIY.

Ahmad mengatakan, peristiwa yang terjadi pada Minggu sekitar 07.30 WIB, berawal ketika pelaku Suliono masuk ke gereja melalui pintu barat gereja dan menyerang seorang jemaat bernama Martinus Parmadi Subiantoro dan melukai punggung Martinus.

Selanjutnya pelaku masuk ke gedung utama gereja sambil mengayun-ayunkan parang sehingga para jemaat ketakutan dan membubarkan diri.

"Pelaku menggunakan parang," katanya.

Pelaku lantas menyerang Romo Prier yang sedang memimpin misa dan seorang jemaat, Budi Purnomo yang ketika itu masih berada di gereja.

Romo Prier menderita luka di kepala bagian belakang. Sementara Budi mengalami luka di kepala bagian belakang dan leher.

Beberapa saat setelah kejadian, polisi langsung berupaya mengamankan situasi. Aiptu Munir yang merupakan anggota Polsek Gamping mencoba bernegosiasi dengan pelaku agar mau menyerahkan diri.

Tapi pelaku menyerang Aiptu Munir sehingga polisi tersebut mengeluarkan tembakan peringatan.

"Sudah dikasih tembakan peringatan, pelaku masih menyerang melukai tangan Aiptu Munir," katanya.

Akhirnya Aiptu Munir menembak pelaku di bagian perut dan kaki pelaku.

Ahmad menambahkan tiga korban dalam peristiwa ini dibawa ke Rumah Sakit Panti Rapih, Sleman, DIY untuk dirawat secara intensif.

Sumber : Antara

Tag : penyerangan
Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top