SUKAMDANI SAHID GITOSARJONO: Jejak Keteladanan Hidup Pengusaha Pejuang, Pejuang Pengusaha

Dua hari setelah kepergian tokoh yang dijuluk sebagai Pengusaha Pejuang, Pejuang Pengusaha itu, masih meninggalkan kesedihan karena kehilangan tokoh dengan sarat nilai-nilai keteladan semasa hayat almarhum.
Yusran Yunus | 23 Desember 2017 23:57 WIB
Makam almarhum Sukamdani Sahid Gitosardjono di Kompleks Yayasan Khusnul Hatimah, Gunung Menyan, Kabupaten Bogor

Kabar24.com, JAKARTA - Pendiri kelompok usaha Sahid Group dan Komisaris Utama PT.Jurnalindo Aksara Grafika, Penerbit Harian Bisnis Indonesia Group, Prof.Dr (HC).H.KPH.Sukamdani Sahid Gitosardjono (89), telah kembali dengan tenang di sisi Sang Pencipta Allah Swt, dimakamkan di pemakaman keluarga bernama Puri Argo Menep, di Kompleks Pondok Pesantren Modern Sahid di Gunung Menyan, Kabupaten Bogor pada Kamis malam (21/12/2017).

Dua hari setelah kepergian tokoh yang dijuluk sebagai Pengusaha Pejuang, Pejuang Pengusaha itu, masih meninggalkan kesedihan karena kehilangan tokoh dengan sarat nilai-nilai keteladan semasa hayat almarhum.

Kini almarhum memang sudah berada di alam kubur sana, Insha Allah dengan akhir yang mulia (khusnul hatimah) sebagaimana nama yayasan yang didirikannya, Yayasan Khusnul Hatimah. Yayasan ini mengelola seluruh fasilitas pendidikan, sosial dan keagamaan di Kompleks Ponpes Modern Sahid.
video: Bisnis/Yusran Yunus

Di mata Nugroho Sukamdani, anak ke-3 almarhum, salah satu tokoh pendiri Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia yang dilahirkan di Surakarta 14 Maret 1928 itu adalah manusia langka yang pernah dimiliki oleh bangsa Indonesia lantaran mengalami pasang surut kehidupan di 7 zaman dalam 7 Presiden Republik Indonesia yakni Soekarno, Soeharto, BJ Habibie, KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Megawati Soekarnoputri, Susilo Bambang Yudhoyono dan Joko Widodo.

"Tidak mudah melalui pasang surut pada ke-7 zaman berbeda itu dan beliau membuktikan mampu beradaptasi eksis sebagai pengusaha tangguh serta berkarakter pejuang untuk kepentingan rakyat banyak," katanya.

Dia mengaku kagum di tengah kesibukannya mengurus dunia usaha, sang ayah mampu membesarkan le-5 anak-anaknya hingga sukses dan mandiri serta yang paling penting, menjaga keutuhan keluarga hingga akhir hayat.

"Beliau menyampaikan pesan kepada kami untuk selalu menjaga nilai-nilai kejujuran, disiplin dan bertanggungjawab dalam mengemban amanah dimanapun berada dan bertugas. Beliau adalah pengusaha pejuang dan pejuang pengusaha, pantang menyerah, lurus dan selalu berada di depan untuk menjadi contoh," tuturnya.

Sarat Nilai-Nilai Luhur

Beliau memang telah mendahului kita, tetapi nilai-nilai keteladanan yang selama ini sudah dicontohkan almarhum seperti hidup sederhana, peduli terhadap sesama, berbuat kebaikan terhadap siapa saja, setia kepada istri dan keluarga, senantiasa hidup dan menghidupi kita semua.

video: Bisnis/Yusran Yunus

"Pengabdian kepada bangsa, negara dan rakyat Indonesia dapat menjadi tauladan bagi kita semua. Namun di balik hati yang paling dalam, jika ada kesalahan, tindakan atau kata-kata bapak kami tercinta ini kurang berkenan, mohon dimaafkan dan saya mengajak semoga beliau khusnul hatimah," Hariyadi Sukamdani, salah seorang putra almarhum, yang bertindak sebagai Inspektur Upacara pada prosesi pemakaman.

Dery (33), warga Desa Gunung Menyan yang menjadi alumni angkatan pertama Ponpes Modern Sahid mengaku banyak belajar dari nilai-nilai luhur yang telah diteladankan oleh almarhum, satu diantaranya yang paling berkesan adalah hidup bersahaja dan dekat dengan siapa saja.

Dery menuturkan dalam beberapa kali kesempatan menengok Ponpes Sahid, almarhum datang dengan mengendarai kendaraan seadanya yakni Toyota Kijang Innova, padahal bisa saja datang dengan menggunakan mobil-mobil mewah bermerek.

"Hidup sederhana, tidak mau menonjolkan diri adalah salah satu nilai yang saya teladani dari beliau," ujarnya.

Nilai lain yang membuat Dery kagum adalah akrab dengan siapa saja dan pola hubungan antara pimpinan dan karyawan dan santri-santriwati yang tidak berjarak.

"Kalau beliau datang salat ke masjid kompleks Ponpes, seusai salat beliau pasti menyalami santri-santriwati satu per satu, sambil menanyakan kabar masing-masing. Beliau sangat memperhatikan kami," kenangnya.

Mewakili warga Desa Menyan, Dery berharap dan senatiasa berdoa agar almarhum khusnul hatimah dan ladang amal jariyah yang ditinggalkannya mengantarkan almarhum ke Surga, Alfatihah.

Tag : sukamdani s. gitosardjono
Editor : Andhika Anggoro Wening

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top