BOM NEW YORK : Polisi Perketat Pengamanan Time Square

Pihak Kepolisian New York mengatakan, Selasa (12/12/2017) waktu setempat, akan menyesuaikan rencana pengamanan untuk perayaan Malam Tahun Baru di Time Square setelah terjadi percobaan pengeboman bunuh diri di lorong kereta bawah tanah di kawasan itu.
Newswire | 13 Desember 2017 12:05 WIB
Suasana kota New York, AS usai ledakan pada Senin (11/12/2017) - Reuters

Kabar24.com, NEW YORK - Upaya peledakan bom di New York oleh Akayed Ullah membuat Kepolisian New York meningkatkan kewaspadaan.

Pihak Kepolisian New York mengatakan, Selasa (12/12/2017) waktu setempat, akan menyesuaikan rencana pengamanan untuk perayaan Malam Tahun Baru di Time Square setelah terjadi percobaan pengeboman bunuh diri di lorong kereta bawah tanah di kawasan itu.

Malam pergantian tahun di Time Square biasanya dipadati ratusan ribu orang.

Seorang pria Bangladesh berusia 27 tahun didakwa oleh pengadilan federal melakukan kejahatan terorisme dengan meledakan bom pipa di lorong pejalan kaki di bawah tanah Time Square awal pekan ini.

Ia menyulut bom pipa berisi bahan kimia yang dibawanya, namun pipanya sendiri tidak meledak, kata sejumlah pejabat. Insiden itu melukai tersangka pelaku dan tiga orang yang lewat.

Departemen Kepolisian New York (NYPD) Senin depan akan melakukan kajian mendalam terhadap insiden itu untuk mengetahui apa yang perlu dilakukan saat menghadapi serangan seperti itu, kata John Miller, wakil komisioner urusan intelijen dan kontraterorisme.

"Saya yakin, ini adalah untuk pertama kalinya kita melihat seseorang dengan bom bunuh diri di tempat transportasi umum dan sebenarnya punya bom yang bisa berfungsi. Jadi kami akan meneliti ini," kata Miller dalam wawancara dengan Reuters.

Rencana pengamanan New York juga akan mengacu pada pertimbangan atas serangan-serangan yang sudah terjadi, seperti penembakan massal di Las Vegas pada 1 Oktober yang menewaskan 58 orang dan melukai lebih dari 500 lainnya, kata Miller.

Dengan demikian, warga New York akan melihat peningkatan keberadaan jumlah polisi di sekitar transportasi umum dan tempat-tempat kerumunan orang, kata Miller. Ia tidak merinci langkah-langkah spesifik yang dimaksud.

Namun menurut Kevin Harrington, mantan kepala detektif NYPD dan saat ini menjabat kepala operasi perusahaan swasta MG Security Services, itu berarti bahwa dalam jangka pendek, lebih banyak polisi bersenjata berat dan dengan keahlian khusus akan dikerahkan ke jalan.

Selain itu, akan ada lebih banyak pengerahan anjing-anjing kepolisian, pemeriksaan tas serta penempatan titik-titik pemeriksaan, kata Kevin.

NYPD menjalin kerja sama dengan kepolisian negara asing untuk berbagi informasi intelijen dan taktik serta melekatkan para personelnya di 13 kepolisian di seluruh dunia.

Sumber : Antara/Reuters

Tag : new york, bom
Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top