Pascaerupsi Gunung Agung: Kegiatan MICE Pemerintah Agar Digelar di Bali

Aliansi Masyarakat Pariwisata Bali meminta gubernur melobi pemerintah pusat, kementerian, dan lembaga lainnya agar menggelar kegiatan meeting, incentive, conference, dan exhibition ke Pulau Dewata untuk mempercepat pemulihan pascaerupsi Gunung Agung.
Ema Sukarelawanto | 10 Desember 2017 19:10 WIB
Gunung Agung dari Pos Rendang, 6 Desember 2017 pukul 05:39 WITA. - Istimewa

Bisnis.com, DENPASAR -- Aliansi Masyarakat Pariwisata Bali meminta gubernur melobi pemerintah pusat, kementerian, dan lembaga lainnya agar menggelar kegiatan meeting, incentive, conference, dan exhibition ke Pulau Dewata untuk mempercepat pemulihan pascaerupsi Gunung Agung.

Ketua Aliansi Masyarakat Pariwisata Bali Gusti Kade Sutawan mengatakan berbagai upaya ditempuh untuk menyedot kunjungan wisatawan ke Bali yang turun drastis setelah Gunung Agung menghalami beberapa kali erupsi.

“Masyarakat pariwisata Bali bergandeng tangan menghadapi kondisi ini dengan tetap tenang, positif, optimistis, dan melakukan hal konkret,” katanya ketika dihubungi Bisnis, Minggu (10/12/2017).

Menurut Sutawa rasa optimisme tersebut berdasarkan pengalaman Bali menghadapi isu Perang Teluk, SARS, dua kali bom, dan isu keamanan lainnya yang pernah memukul pariwisata Bali.

Aliansi yang terdiri dari para pengusaha pariwisata dan usaha terkait ini, lanjut Sutawa, akan bergotong royong melakukan langkah strategis di antaranya memberikan harga khusus kamar hotel, restoran, spa, artshop, dan objek wisata, bahkan transportasi, penerbangan dll.

“Silakan, misalnya ada grup yang mau ke Bali ingin mendapartkan informasi diskon, bisa mengontak aliansi ini,” karta Sutawa.

Dia meminta pelaku pariwisata ikut aktif menyebarkan informasi bahwa Bali aman untuk dikunjungi, karena hanya sebagain kecil wilayah atau sekitar 2% di sekitar Gunung Agung yang menjadi kawasan rawan bencana. Adapun destinasi yang lain seperti Kuta, Nusa Dua, Kintamani, Bedugul, Sanur, dll. sangat aman untuk wisatawan.

Tentang ketidakpastian aktivitas Gunung Agung, lanjut Sutawa, anggota aliansi meminta pemerintah bekerja sama dengan negara-negara pemilik teknologi penginderaan vulkanologi yang canggih untuk mendapatkian informasi yang lebih akurat. Pasalnya, letusan ekspolosif akan terjadi dalam hitungan jam atau hari, tapi hingga kini belum juga terjadi.

Panudiana Kuhn, salah seorang penasihat Aliansi Masyarakat Pariwisata Bali mengatakan keyakinannya jika bandara tidak ditutup pemulihan pariwisata Bali bakal berjalan lebih cepat.

“Untuk itulah promosi harus terus dilakukan dan tidak pilih-pilih pasar, bahkan yang domestik pun perlu digarap seperti pascabom dulu kan wisatawan nusantara yang banyak membantu dan sejumlah event nasional yang dibawa ke Bali,” katanya.

Tag : gunung agung
Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top