Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ikan Pesut dan Lumba-Lumba Tanpa Sirip Terancam Punah

Jumlah lumba-lumba air tawar menurun lebih dari separuh dalam 60 tahun terakhir. Hal yang sama juga terjadi pada lumba-lumba tanpa sirip dalam 45 tahun terakhir.
Juli Etha Ramaida Manalu
Juli Etha Ramaida Manalu - Bisnis.com 05 Desember 2017  |  20:29 WIB
Ilustrasi: Lumba-lumba - Reuters
Ilustrasi: Lumba-lumba - Reuters

Kabar24.com, JAKARTA - Uni Internasional Untuk Konservasi Alam mengubah status dua jenis lumba-lumba yang hidup di perairan Asia yakni lumba-lumba air tawar alias ikan pesut dan lumba-lumba tak bersirip dari rentan menjadi terancam punah.

Evaluasi ulang status kedua mamalia air tersebut dilakukan setelah jumlah lumba-lumba air tawar menurun lebih dari separuh dalam 60 tahun terakhir. Hal yang sama juga terjadi pada lumba-lumba tanpa sirip dalam 45 tahun terakhir.

"Kedua spesis ini hidup di perairan dangkal dekat pantai dengan populasi terbatas pada sistem air tawar dan hal ini membuat mereka sangat rentan terhadap aktivitas manusia," kata Kepala unit Red List Craig Hilton-Taylor seperti dikutip dari Reuters, Selasa (5/12/2017).

Sebagai contoh, di Sungai Mekong, mayoritas kematian ikan pesut terjadi karena belitan jaring. Jaring-jaring tersebut menggantung layaknya tirai kematian di sepanjang sungai.

Selain kedua jenis spesis tersebut, posum ekor cincin, hewan asli Australia juga mengalami perubahan status dari rentan menjadi sangat terancam punah akibat semakin panas dan keringnya iklim yang mengakibatkan penurunan jumlah spesies ini hingga lebih dari 80% dalam satu dekade terakhir.

"Ancaman yang menyebabkan kepunahan spesies-spesies ini datang dari kita, dari manusia... Hal ini juga berarti kita bisa melakukan sesuatu terkait hal ini," kata Hilton Taylor.

Red List adalah badan di bawah IUCN yang berfungsi memberi informasi dan analisis mengenai status, jangka waktu, dan ancaman terhadap spesies.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

lumba-lumba

Sumber : Reuters

Editor : Saeno

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top