Gunung Agung Erupsi, Bagaimana Kepastian Agenda Annual Meeting IMF-WB 2018 di Bali?

Panitia Annual Meeting IMF-World Bank masih terus memantau perkembangan Bali mengingat status gunung Agung yang masuk di tahap awas atau siaga.
Dewi Aminatuz Zuhriyah | 28 November 2017 08:49 WIB
Warga beraktivitas di ladangnya saat terjadi asap dan abu vulkanik menyembur dari kawah Gunung Agung di Desa Datah, Karangasem, Bali, Senin (27/11). - ANTARA/Nyoman Budhiana

Bisnis.com, JAKARTA - Panitia Annual Meeting IMF-World Bank masih terus memantau perkembangan Bali mengingat status gunung Agung yang masuk di tahap awas atau siaga. Hal itu karena Bali akan menjadi lokasi perhelatan event besar tersebut.

Kepala Task Force Annual Meeting IMF-World Bank Peter Jacob menuturkan sejauh ini panitia masih terus memonitor dan belum terburu-buru untuk memindahkan lokasi penyelenggaraan agenda akbar tersebut.

"Event masih Oktober 2018 jadi kami masih monitor perkembangan. Sambil monitor nanti Panitia Nasional juga akan berkomunikasi dengan Tim IMF Dan World Bank," kata Peter kepada Bisnis, Selasa (28/11).

Kendati pun demikian, Peter mengaku pihak panitia sudah menyiapkan rencana lain jika kondisi di Bali sudah tidak memungkinkan untuk menggelar event tersebut.

"Plan B sih sudah ada tapi belum bisa dishare sekarang ya," katanya.

Adapun, Kepala BNPB Sutopo Purwo Nugroho menjelaskan fenomena asap kelabu kehitaman dan putih yang keluar dari gunung Agung saat erupsi.

Menurutnya, perbedaan warna asap itu karena keluar dari dua lubang kawah yang berbeda.

Melalui akun twitternya, dia juga menjelaskan secara rinci kondisi gunung Agung saat ini.

Sutopo pun mengimbau warga untuk menjauhi dari zona berbahaya yang telah ditetapkan pemerintah.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bali, imf

Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top