Nasihati Bobby-Kahiyang, Jokowi Lancar Berbahasa Mandailing

Presiden Joko Widodo kembali menggunakan bahasa daerah dalam kunjungannya di Sumatra Utara yang kali ini dilakukan saat menasihati putri tercinta, Kahiyang Ayu, bersama dengan pasangannya, Bobby Afif Nasution.
Yoseph Pencawan | 25 November 2017 14:57 WIB
Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana Widodo mengulosi (menyelempangkan kain Ulos) putri tercinta, Kahiyang Ayu Siregar, dan pasangannya Bobby Afif Nasution. - JIBI / Yoseph Pencawan.

Kabar24.com, MEDAN - Presiden Joko Widodo kembali menggunakan bahasa daerah dalam kunjungannya di Sumatra Utara yang kali ini dilakukan saat menasihati putri tercinta, Kahiyang Ayu, bersama dengan pasangannya, Bobby Afif Nasution.

Kemarin, Jokowi sempat mengucapkan untaian bahasa daerah sebelum meresmikan Bandara Internasional Silangit. Dan pada Sabtu (25/11/2017), Presiden kembali berbahasa daerah saat memberikam nasihat kepada pasangan Bobby-Kahiyang dalam prosesi adat.

Menariknya, kedua bahasa berasal dari etnis yang berbeda. Di Silangit, bahasa daerah yang digunakan milik etnis Tapanuli, sedangkan saat pesta adat, Jokowi menggunakan bahasa Mandailing. Meski berbeda, Presiden terdengar nyaris tidak melakukan pelafazan yang keliru saat mengucapkan rangkaian kata-katanya.

Saat prosesi Mata Ni Horja atau puncak acara adat, Jokowi menyampaikan nasihat (Ajar Poda) menggunakan Bahasa Mandailing. Dalam bahasa yang disampaikan, Presiden berharap agar keduanya selalu saling mencintai sebagai suami istri.

"Kita diajarkan, holong do maroban domu, domu maroban parsaulian, kasih sayang membawa persatuan, persatuan membawa kebaikan bersama."

"Ada beberapa hal yang ananda berdua amalkan, pantun hangoluan, teas hamatean, untuk itu harus menjaga sopan santun, jika tidak menjaga sopan santun maka malapetaka akan datang," tuturnya lagi.

Jokowi juga berharap agar keduanya "Suan tobu di bibir dohot ate-ate", yang artinya manis bukan hanya di mulut tetapi juga di hati. Selanjutnya "tangi di siluluton, inte di siriaon".

"Artinya, jika ada kemalangan walaupun tidak diundang kita wajib untuk datang dan menolong, tapi jika ada kegembiraan kita hanya wajib datang kalau diundang. Bahat disabur sabi, anso bahat salongon. Kalau kita banyak menanam maka kita banyak memetik hasilnya," kata Jokowi.

Sebelum mengucapkan nasihat-nasihat khas Mandailing tersebut, Jokowi berterima kasih atas acara adat yang sudah dilaksanakan dan berharap persaudaraan yang sudah terjalin bisa terus berlanjut.

Setelah mendengarkan Ajar Poda, Bobby dan Kahiyang pun manortor (menari Tor-Tor) di hadapan kedua orang tua. Prosesi itu disebut dengan Tortor Somba atau tarian sebagai tanda terima kasih dan penghormatan.

Tortor Somba menjadi penutup rangkaian prosesi adat yang dihelat sejak Jumat, (24/11) pagi. Besok, Bobby-Kahiyang akan diarak dalam Kirab Budaya yang diikuti kereta kencana, pagelaran busana adat dan becak motor (Betor) hias.

Tag : kahiyang ayu
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top