Milenial Gagal Menikmati Pertumbuhan Kekayaan

Generasi milenial dinilai menjadi kelompok masyarakat yang paling kurang beruntung dalam menikmati pertumbuhan kekayaan global pada dekade ini. Hal itu disebutkan oleh Credit Suisse dalam laporannya yang bertajuk Global Wealth Report 2017.
Yustinus Andri DP | 23 November 2017 19:16 WIB
Generasi milenial China. - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA -- Generasi milenial dinilai menjadi kelompok masyarakat yang paling kurang beruntung dalam menikmati pertumbuhan kekayaan global pada dekade ini.

Hal itu disebutkan oleh Credit Suisse dalam laporannya yang bertajuk  Global Wealth Report 2017. Dalam hal ini, perusahaan yang berbasis di Zurich tersebut mengkategorikan generasi milenial lahir pada periode 1980-1999.

“Awal yang sulit serta kondisi pasar yang buruk dialami oleh milenial pada awal masa dewasa mereka. Hal ini kemungkinan besar akan membatasi peluang milenial untuk meningkatkan kekayaan mereka,” tulis laporan tersebut, Kamis (23/11/2017)

Credit Suisse menyebutkan, generasi itu tidak hanya terpukul oleh kerugian modal akibat krisis keuangan global 2008/2009, tetapi juga harus menghadapi secara langsung masalah pengangguran yang timbul pascakrisis.

Persoalan pun meningkat ketika jurang ketidaksetaraan pendapatan kelompok ini melebar. Di sisi lain, generasi ini juga secara langsung dihadapkan pada harga properti yang meningkat dan peraturan hipotik yang lebih ketat.

Laporan itu bahkan menyebutkan  di beberapa negara kenaikan utang mahasiswa telah meningkat  cukup pesat dan semakin membesar.  Milenial juga cenderung mendapatkan akses yang lebih sedikit ke dana pensiun daripada generasi sebelumnya.

Fenomena itu setidaknya tercermin dari data persebaran kekayaan penduduk AS berdasarkan usia. Generasi milenial yang masuk pada rentang usia 30-39 tahun memiliki nilai kekayaan rata-rata US$72.400 pada 2017. Jumlah tersebut 46% di bawah kekayaan yang dimiliki oleh penduduk berusia 40-49 tahun atau mereka yang masuk pada generasi X. Pasalnya kelompok penduduk usia tersebut rata-rata memiliki kekayaan hingga US$134.800.

“Data ini mengisyaratkan, milenial berada di posisi awal yang tidak menguntungkan, sehingga membuat mereka lebih berhati-hati terhadap utang daripada gerenasi sebelumnya,” seperti dikutip dari laporan tersebut.

Adapun, rasio utang terhadap pendapatan generasi milenial memang sempat terekam lebih tinggi daripada kelompok masyarakat sebelumnya, dengan mencapai lebih dari 120%. Namun tren itu cenderung menurun karena mereka mulai lebih berhati-hati setelah menghadapi krisis.

Kendati demikian segelintir dari generasi milenial tetap memiliki peluang yang besar dalam meraup kekayaan lebih tinggi meskipun harus menghadapi kesulitan. Hal itu mayoritas dialami oleh individu-individu yang bergerak di sektor teknologi.

Akan tetapi, prospek global secara keseluruhan untuk milenial adalah mereka tidak hanya akan mengalami tantangan yang lebih besar dalam membangun kekayaan mereka di masa depan. Mereka juga akan terus menghadapi ketidaksetaraan kekayaan yang lebih besar dibandingkan generasi sebelumnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
generasi milenial

Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top