SETYA NOVANTO KECELAKAAN: Ini Perbedaan Keterangan Polisi dan Pengacara Setnov

Hingga saat ini, Polisi telah memeriksa sejumlah saksi terkait kecelakaan yang menimpa tersangka kasus korupsi pengadaan proyek e-KTP Setya Novanto.
Juli Etha Ramaida Manalu | 17 November 2017 17:27 WIB
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes R. P. Argo Yuwono - Bisnis.com/Juli Etha

Kabar24.com, JAKARTA - Hingga saat ini, Polisi telah memeriksa sejumlah saksi terkait kecelakaan yang menimpa tersangka kasus korupsi pengadaan proyek e-KTP Setya Novanto.

Pihak yang diperiksa adalah sejumlah orang yang kebetulan berada di sekitar lokasi ketika kecelakaan terjadi, juga ajudan Setya Novanto dan seorang jurnalis bernama Hilman Mattauch.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Kombes R. P. Argo Yuwono mengatakan sejauh ini pihaknya tidak menemukan kejanggalan apa pun dalam kasus ini.

"Ngga ada," katanya saat ditanya apakah ada hal yang janggal dalam kasus ini, Jumat (17/11/2017), di Mapolda Metro Jaya.

Meski demikian, berdasarkan penelusuran Bisnis.com, terdapat beberapa ketidaksamaan informasi yang diberikan Kuasa Hukum Setya Novanto, Fredrich Yunadi, dengan keterangan saksi yang disampailan pihak Kepolisian.

Salah satunya adalah hal yang terjadi pascakecelakaan ketika Setya Novanto dilarikan ke rumah sakit Medika Permata Hijau.

Berdasarkan keterangan Fredrich yang disampaikan pada Kamis malam (16/11/2017) di rumah sakit Medika Permata Hijau, Setya Novanto di bawa ke rumah sakit dengan menggunakan jasa ojek. Tidak jelas apakah yang dimaksud ojek pangkalan atau ojek online.

"Beliau itu dibawa sini pakai ojek karena pingsan udah ketakutan, udah bingung cari yang paling cepat supaya pertolongan pertama karna berdarah," kata Frederich kala itu.

Namun, Argo memaparkan bahwa pascakecelakaan Setya Novanto dibawa ke rumah sakit menggunakan mobil yang pada saat kecelakaan terjadi berada di belakang mobil Fortuner bernomor polisi B 1732 ZLO yang ditumpangi Setya Novanto.

"Di belakangnya Pak Setnov mobil yang ditumpangi fortuner itu ada juga mobil lain yang membantu mengantar ke rumah sakit," katanya.

Namun, hingga saat ini belum diketahui informasi terkait mobil tersebut, juga siapa pemiliknya.

"Belum, sedang kita cari," kata Argo.

Sejauh ini, Argo menambahkan, Polisi telah memeriksa empat orang saksi yang terdiri atas dua warga sekitar, seorang pengendara mobil derek, dan Hilman yang menjadi pengendara mobil yang terlibat kecelakaan tunggal itu.

Selain itu, perbedaan keterangan lain yang didapatkan adalah jumlah korban luka dalam kejadian ini.

Menurut Argo, dalam kejadian ini hanya ada satu korban luka.

Seperti diketahui, pada saat kecelakaan penumpang yang ada di dalam mobil hanyalah Setya Novanto, Ajudannya, dan Hilman yang mengendarai fortuner.

Namun, berdasarkan keterangan Fredrich, selain Setya Novanto yang disebut luka bahkan mengalami gejala geger otak, sopir dan ajudannya juga mengalami luka-luka.

"Supir luka sedikit kalau ajudan sakitnya cukup parah," kata Fredrich malam itu.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
setya novanto, korupsi e-ktp

Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top