OJK Dorong Sekolah di Sumbar Ikuti Program Simpel

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sumatra Barat mendorong sekolah di daerah itu mengikuti program Simpel (simpanan pelajar) guna meningkatkan porsi dana pihak ketiga (DPK) perbankan.
Heri Faisal | 03 November 2017 01:22 WIB
Anak-anak saat peluncuran produk tabungan Simpel di Jakarta. - Antara/Rosa Panggabean

Kabar24.com, PADANG - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sumatra Barat mendorong sekolah di daerah itu mengikuti program Simpel (Simpanan Pelajar) guna meningkatkan porsi dana pihak ketiga (DPK) perbankan.

Saat ini, OJK mencatatkan baru 11,24% atau 714 sekolah di Sumbar yang sudah bergabung menjadi peserta Simpel.

Kepala OJK Sumbar Darwisman mengatakan program Simpel salah satu upaya meningkatkan tabungan masyarakat guna mendongkrak penghimpunan DPK perbankan.

“Saat ini baru sekitar 11,24% sekolah yang telah bekerja sama dengan OJK, serta baru 3,09% siswa yang sudah jadi nasabah bank,” ungkapnya di Padang pada Kamis (2/11/2017).

Dia menjelaskan OJK mendorong siswa lebih dekat ke pelayanan perbankan dengan bergabung dalam program Simpel, guna meningkatkan penetrasi masyarakat ke sektor perbankan.

Menurutnya, sampai September 2017, sebanyak 33.269 siswa sudah bergabung menjadi nasabah simpel. Adapun jumlah sekolah yang sudah ambil bagian mencapai 714 sekolah dari total 6.352 sekolah yang ada di daerah itu.

Bahkan, OJK mencatat total jumlah siswa yang ada di Sumbar mencapai 1,07 juta lebih atau masih potensial untuk dikembangkan.

Dia menyebutkan OJK mendorong perbankan untuk lebih aktif masuk ke sekolah-sekolah dan mengenalkan siswa untuk rajin menabung.

Sebelumnya, Pemprov Sumbar juga sudah menerbitkan program Rabu Menabung untuk menarik minat siswa lebih suka dan membiasakan diri menabung serta mengenalkan industri perbankan.

Darwisman menjelaskan dalam program Rabu Menabung, perbankan secara bergantian datang ke sekolah-sekolah untuk melayani transaksi buka rekening dan menabung bagi siswa, guru, dan masyarakat sekitar sekolah.

Dia mengungkapkan jika 1 juta lebih siswa dan jumlah guru yang mencapai 103.497 orang rutin menabung sebesar Rp10.000 saja setiap bulan, maka dana tabungan yang bisa mencapai Rp11,78 miliar.

“Itu baru menghitung satu bulan, bagaimana kalau satu tahun, nilainya mencapai Rp141,43 miliar,” ujar Darwisman.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Sumbar Ali Asmar berharap sekolah-sekolah yang ada di daerah itu ikut serta mengampanyekan program menabung. “Jadi kepada pihak sekolah, harap disampaikan kepada anak-anak agar bisa ikut menabung.”

Tag : ojk
Editor : M. Syahran W. Lubis

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top