Setya Novanto Dikudeta? Rapat Pleno 'Paksa' Mundur

Setya Novanto dikudeta? Saat menghadapi situasi sulit --baru selesai pemasangan ring di jantung dan tengah menghadapi \'kejaran\' KPK atas kasus dugaan korupsi KTP-E-- Ketua DPR ini, kini bakal didongkel. \"Meminta Ketua Umum Golkar Setya Novanto mundur\" Demikian isi rekomendasi rapat plenoo DPP Partai Golkar, Selasa (26/9/2017).
John Andhi Oktaveri/Martin Sihombing | 26 September 2017 15:29 WIB
Ketua Umum DPP Partai Golkar Setya Novanto (ketiga kanan) bersama Ketua Harian DPP Partai Golkar Nurdin Halid (kedua kiri) bersiap memimpin rapat pleno DPP Partai Golkar di Kantor DPP Partai Golkar, Palmerah, Jakarta, Selasa (18/7). - ANTARA/Aprillio Akbar

Kabar24.com, JAKARTA - Setya Novanto dikudeta? Saat menghadapi situasi sulit --baru selesai pemasangan ring di jantung dan  tengah menghadapi 'kejaran' KPK atas kasus dugaan korupsi KTP-E--  Ketua DPR ini, kini bakal didongkel. "Meminta Ketua Umum Golkar Setya Novanto mundur…"  Demikian isi rekomendasi rapat plenoo DPP Partai Golkar, Selasa (26/9/2017).

Rekomendasi itu akan disampaikan oleh Ketua Harian Golkar Nurdin Halid dan Sekjen Golkar Idrus Marham. Katanya, mereka selaku penyampai aspirasi.

Keputusan ini, konon, dari hasil Rapat pleno DPP Partai Golkar,  yang mengeluarkan sejumlah rekomendasi yang salah satunya meminta Ketua Umum Golkar Setya Novanto mundur dan segera menunjuk pelaksana tugas (Plt).

Ketua Korbid Kepartaian DPP Golkar Kahar Muzakir mengatakan, rekomendasi yang dikeluarkan kemarin itu akan disampaikan kepada Novanto melalui surat.  Ketua Harian Golkar Nurdin Halid dan Sekjen Golkar Idrus Marham akan menjadi penyampai aspirasi.

BACA JUGA :

"Pak Nurdin Halid  bersama sekjen akan menyampaikan kepada Pak Novanto, nah kan masih nunggu apa kata Pak Novanto ya kan," kata Kahar di Kompleks Parlemen, Selasa (26/9/2017).

Tapi , Kahar tidak mau berandai-andai apakah keputusan pleno itu akan disetujui Novanto atau tidak untuk menunjuk pelaksana tugas.

"Kan kewenangan Pak Novanto, kalau pun dia bilang saya tidak mau menununjuk Plt, itu kewenangan dia juga," katanya.

Menurut Kahar, dasar dari rekomendasi meminta Novanto mundur adalah lantaran terjadinya penurunan elektabilitas Golkar pasca penetapan Novanto sebagai tersangka dalam kasus e-KTP.

"Intinya kira-kira ada penurunan elektabilitas faktor penyebabnya karena tersandera kasus e-KTP, oleh karena itu mereka berharap Pak Novanto mengundurkan diri," ujarnya.

Hasil keputusan Novanto terhadap rekomendasi rapat pleno harian itu, kata dia, akan dibawa dalam rapat pleno pada Kamis (28/9/2017).

Marwah Partai

Sebelumnya, Ketua Harian Partai Golkar Nurdin Halid menegaskan ketua umum adalah simbol marwah partai. Karena itu, ia mengimbau seluruh kader dan pengurus partai tetap solid.

"Sesuai dengan arahan Ketua Umum, kami akan menggelar rapat pleno mengantisipasi terhadap langkah politik terutama dari orang-orang yang ingin memanfaatkan situasi ini," kata Nurdin  dalam konferensi pers di kediaman Setya Novanto di Jl Wijaya, Jakarta Selatan, Senin (17/7/2017).

"Golkar akan solid. Kader dan pengurus Golkar di seluruh Indonesia tetap tenang. Mari kita bersama-sama menghadapi hal yang sedang dihadapi Partai Golkar ini," ujarnya.

Idrus Marhan, Sekjen juga mengatakan   dukungan terhadap Setya Novanto mengalir. Para kader dan pimpinan Golkar berkomitmen untuk mempertahankan Setya Novanto sebagai Ketua Umum Golkar maupun sebagai Ketua DPR.

Tag : partai golkar
Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top