HASIL FOMC: The Fed Pertahankan Suku Bunga, Pelepasan Obligasi Dimulai Oktober, Simak Rinciannya

Bank Sentral AS (The Federal Reserve) memutuskan tetap menahan suku bunga acuannya sebesar 1%-1,25%.
Yustinus Andri DP | 21 September 2017 19:39 WIB
Bank sentral AS The Federal Reserve - Reuters/Larry Downing

Bisnis.com, JAKARTA - Bank Sentral AS (The Federal Reserve) memutuskan tetap menahan suku bunga acuannya sebesar 1%-1,25%.

Hal itu diungkapkan seusai pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) yang digelar pada 19-20 September 2017 waktu setempat.

Meskipun demikian, otoritas moneter AS tersebut mengindikasikan bahwa suku bunga akan kembali naik setidaknya satu kali pada tahun ini meskipun laju inflasi saat ini masih cenderung rendah.

Dalam keterangan resminya, kebijakan itu dilakukan setelah pertumbuhan investasi bisnis dan ekspansi ekonomi AS yang cenderung tumbuh moderat. Di sisi lain, laju inflasi juga masih di bawah target yang ditentukan yakni 2% sehingga tidak cukup kuat untuk memacu kenaikan suku bunga kembali,

“Inflasi masih menjadi misteri. Kami akan terus amati apakah faktor-faktor yang menekan inflasi akan menghilang sehingga memerlukan perubahan kebijakan moneter,” kata Yellen, sepeti dikutip dari Bloomberg, Kamis (21/9).

Para ekonom pun optimis The Fed akan merealisasikan proyeksi kenaikan suku bunga satu kali lagi pada tahun ini. Pasalnya, jika mereka menunda kembali kenaikan suku bunganya pada tahun ini,  maka suku bunga berpeluang naik empat kali pada tahun depan. Kondisi itu akan membuat likuiditas global terlampau ketat, mengingat Bank Sentral Eropa (ECB) juga berencana mengurangi proses pembelian obligasi besar-besarnnya pada tahun depan.

“The Fed dengan percaya diri akan menaikkan suku bunganya satu kali tahun ini dan mungkin dilakukan Desember. Namun, melihat Yellen yang khawatir dengan laju inflasinya, bisa jadi kenaikan suku bunga tahun ini akan ditahan kembali,” kata Luke Bartholomew, analis Aberdeen Standard Investments Investment Strategist.

Selain penetapan suku bunga acuan, The Fed juga memutuskan untuk melepas kepemilikan obligasi selama proses pelonggaran moneter pascakrisis 2008 senilai US$4,2 triliun yang akan mulai dilakukan pada bulan depan.

Pemangkasan akan dilakukan dengan nilai awal sebesar US$10 miliar. Jumlah itu akan dinaikkan setiap tiga bulan dengan nilai maksimal per bulan US$50 miliar hingga neraca keuangan The Fed turun US$1 triliun

Hal itu membuat Imbal hasil obligasi pemerintah AS bertenor 10 tahun meningkat, menjadi 2,29% pada penutupan perdagangan Rabu (20/9) waktu setempat .

Level itu menjadi yang tertinggi sejak 8 Agustus sekaligus turut mengerek harga saham perbankan AS. Para ekonom memperkirakan imbal hasil surat utang AS akan kembali naik ketika proses pemangkasan neraca keuangan dilakukan pada bulan depan.

Tag : Kebijakan The Fed
Editor : Gita Arwana Cakti

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top