Buka Perkemahan Pramuka NU, Ini 2 Pesan Presiden

Presiden Joko Widodo mengajak masyarakat untuk mewaspadai kebenaran konten yang beredar di media sosial yang tidak jarang menyebarkan kabar bohong.
Arys Aditya & Rio Sandy
Arys Aditya & Rio Sandy - Bisnis.com 19 September 2017  |  03:12 WIB
Buka Perkemahan Pramuka NU, Ini 2 Pesan Presiden
Presiden Joko Widodo (kedua kanan) memasuki lapangan saat akan memimpin upacara pembukaan Perkemahan Wirakarya Pramuka Ma'arif NU Nasional (Perwimanas) II di Magelang, Jawa Tengah, Senin (18/9/2017). - Antara/ Anis Efizudin

Kabar24.com, JAKARTA - Presiden Joko Widodo mengajak masyarakat untuk mewaspadai kebenaran konten yang beredar di media sosial yang tidak jarang menyebarkan kabar bohong.

Kepala Negara mengatakan tantangan keterbukaan saat ini adalah media sosial yang sangat terbuka. Semua orang boleh mengabarkan hal apa saja.

Hal tersebut disampaikan saat memberi sambutan pada acara Perkemahan Wirakarya Pramuka Ma’arif NU Nasional (Perwimanas) II di Magelang, Jawa Tengah, pada Senin (19/9/2017).

“Tetapi juga jangan lupa di media sosial sekarang yang jelek-jelek, menjelekkan, negatif, fitnah, mencela, kabar bohong. Kejujuran menjadi tantangan kita ke depan,” kata Presiden Jokowi.

Dia menambahkan generasi muda bangsa ini juga dihadapkan dengan makin maraknya narkoba yang jenisnya bermacam-macam. Oleh sebab itu, Kepala Negara mengajak semuanya untuk menyadari bahwa tantangan-tantangan itu ada di depan kita.

Presiden mengajak para Pramuka Ma’arif NU bersiap diri menghadapi tantangan-tantangan perubahan yang datang begitu cepat, dimana  perubahan dan inovasi teknologi terjadi setiap saat setiap jam, setiap menit, setiap detik, selalu ada perubahan.

Jokowi mengingatkan jika tidak cepat menyiapkan diri, tidak melakukan terobosan-terobosan, lompatan-lompatan kemajuan, kecepatan dalam bertindak, kecepatan dalam merespon inovasi teknologi, maka Indonesia akan tertinggal dan digulung oleh perubahan itu sendiri.

Di tempat yang sama, Kepala Negara juga mengingatkan kembali agar kelompok masyarakat apa pun tidak boleh melakukan aksi main hakim sendiri.

Dia menegaskan Indonesia adalah negara hukum sehingga masyarakat diminta untuk tidak main hakim sendiri dan mempercayakan penyelesaian hal tersebut kepada aparat yang berwenang.

Hal ini disampaikan Presiden terkait dengan aksi pengepungan kantor LBH Jakarta di Menteng, Jakarta, oleh massa pada akhir pekan lalu.

"Hal-hal seperti itu serahkan ke aparat. Masyarakat jangan bertindak main hakim sendiri, serahkan ke aparat. Sampaikan saja ke aparat, nanti yang menyelesaikan aparat, kita ini negara hukum," tuturnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
nahdlatul ulama, ylbhi

Editor : M. Syahran W. Lubis

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top