Polisi Buru Penyebar Konten Hoax Terkait PKI di LBHI

Polisi memburu pihak yang memproduksi dan menjadi penyebar lonten hoax yang menyebut Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (LBHI) akan mengadakan acara yang memuat penyebaran paham komunis di Indonesia.
Juli Etha Ramaida Manalu | 18 September 2017 16:57 WIB
Sekelompok massa mengepung dan melakukan orasi di depan kantor Lembaga Bantuan Hukum Jakarta, Minggu (17/9) malam. Pasca penyelenggaraan acara "Asik Asik Aksi: Indonesia Darurat Demokrasi", kantor LBH Jakarta-YLBHI dikepung oleh sekelompok massa yang menuntut kantor LBH Jakarta ditutup lantaran diduga menggelar kegiatan terkait PKI atau komunisme. Sementara pihak LBH Jakarta dan Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Idham Aziz telah membantah kegiatan itu terkait PKI. ANTARA FOTO - Muhammad Adimaja

Kabar24.com, JAKARTA - Polisi memburu pihak yang memproduksi dan menjadi penyebar lonten hoax yang menyebut Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (LBHI) akan mengadakan acara yang memuat penyebaran paham komunis di Indonesia.

Pasalnya, pesan berantai yang disebarkan lewat aplikasi pesan instan whatsapp dan media sosial ini, membuat ratusan orang mendatangi LBHI. Tak sampai di sana, sebagian massa yang tidak mengindahkan penjelasan dari pihak polisi bersikukuh masuk ke dalam gedung hingga melakukan aksi anarkis.

"Pasti [akan ditelusuri]. Kami mampu menelusuri itu, " kata Kadiv Humas Polri Irjen Pol Setyo Wasisto di Lapangan Tembak Senayan, Senin (18/9/2017).

Akibat aksi anarkis massa, lima orang petugas polisi mengalami luka-luka sementara sejumlah fasilitas umum dan kendaraan anggota Polri juga ikut rusak.

Terkait aksi anarkis ini, Polda Metro Jaya telah mengamankan 22 orang yang masih terus diperiksa. Namun, menurut Setyo pihaknya belum menemukan siapa aktor di balik pembuatan dan penyebaran berita hoax yang membuat masyarakat berkumpul hendak menggeruduk LBHI.

Dalam kesempatan yang berbeda Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Idham Azis menyebut ke-22 orang tersebut akan menjalani pemeriksaan selama 24 jam terhitung sejak diamankan tadi malam.

“Nanti setelah 24 jam akan disampaikan apakah yang bersangkutan bisa ditetapkan sebagai tersangfka atau tidak,” katanya.

Tag : Komunis
Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top