Termakan Hoax Isu PKI, 22 Pelaku Anarkis di LBHI Diamankan, 5 Polisi Luka-luka

Lima orang polisi dilaporkan mengalami luka-luka akibat aksi anarkis massa yang mengepung kantor Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (LBHI), Minggu (17/9/2017) malam.
Juli Etha Ramaida Manalu | 18 September 2017 13:25 WIB
Sejumlah petugas kepolisian menjaga sekelompok massa yang mengepung dan melakukan orasi di depan kantor Lembaga Bantuan Hukum Jakarta, Minggu (17 - 9) malam. Pasca penyelenggaraan acara \\"Asik Asik Aksi: Indonesia Darurat Demokrasi\\", kantor LBH Jakarta/YLBHI dikepung oleh sekelompok massa yang menuntut kantor LBH Jakarta ditutup lantaran diduga menggelar kegiatan terkait PKI. Pihak LBH Jakarta dan Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Idham Aziz membantah bahwa kegiatan LBH itu terkait komunisme.

Kabar24.com, JAKARTA - Lima orang polisi dilaporkan mengalami luka-luka akibat aksi anarkis massa yang mengepung kantor Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (LBHI), Minggu (17/9/2017)  malam. Aksi itu terjadi akibat massa termakan berita hoax mengenai isu komunisme.

Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Idham Azis menyampaikan, sekitar pukul 23.00 WIB, Minggu (17/9/2017) sekelompok massa berusaha untuk meringsek masuk ke dalam kantor LBH.

"Namun, saya berada di situ bersama bapak Kapolres, Dandim Jakarta Pusat memberi pemahaman dan pengertian bahwa di kantor LBH tidak ada kegiatan seminar tentang PKI seperti yang disampaikan kelompok massa," katanya, Senin (18/9/2017).

Idham menjelaskan, setelah pihaknya bertemu dengan semua ketua kelompok massa, merekapun paham. Sekitar pukul 24.00 WIB, massa mulai membubarkan diri. Idham juga sempat mengutus Kapolres dan Dandim untuk masuk ke Gedung LBH.

Namun, sejumlah massa lain tetap bersikukuh untuk bisa memasuki gedung LBH dengan cara melakukan tindakan anarkis hingga melukai lima orang petugas.

"Mereka lempari kami dengan botol, batu, sehingga kira-kira jam 01.00WIB kami lakukan upaya persuasif untuk membubarkan mereka. Tapi, karena situasi tidak memungkinkan, akhirnya kita bubarkan melalui water cannon," jelas Idham.

Atas kejadian ini, pihaknya pun mengamankan 22 orang untuk dilakukan pemeriksaan dan mendalami peran mereka dalam aksi anarkis tersebut. Pasalnya, selain menyebabkan lima anggota kepolisian mengalami luka-luka, mereka juga nerusak sejumlah fasilitas umum dan kendaraan anggota Polri.

Sebelumnya, sebuah pesan berantai tersebar melalui aplikasi pesan instan seperti whatsapp dan media sosial Facebook yang mengatakan bahwa pihak LBH akan mengadakan acara  yang memuat penyebaran paham komunis di Indonesia.

Setelah ditelisik, ternyata isi pesan berantai tersebut hanyalah bohong belaka alias hoax.

 

 

Tag : pki
Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top