Ketua Komisi III DPR : OTT KPK Tak Bikin Efek Jera

Ketua Komisi III DPR RI Bambang Soesatyo menilai operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan KPK tidak emnimbulkan efek jera
Lingga Sukatma Wiangga | 18 September 2017 11:42 WIB
Bupati Batubara OK Arya Zulkarnaen (kanan) dikawal petugas ketika terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK, sebelum diberangkatkan ke Jakarta di Mapolda Sumut, Medan, Sumatra Utara, Rabu (13/9) malam. - ANTARA/Septianda Perdana

Kabar24.com, JAKARTA - Ketua Komisi III DPR Bambang Soesatyo menilai, operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan KPK tidak menimbulkan efek jera.

Menurutnya, KPK sering melakukan OTT. Target OTT pun tidak tanggung-tanggung. Ada sosok Akil Mochtar yang disergap saat masih menjabat Ketua Mahkamah Konstitusi.

Ada pula Patrialis Akbar yang disergap saat masih menjabat hakim di Mahkamah Konstitusi. Lalu, ada sosok Irman Gusman yang disergap saat masih menjabat Ketua DPD. Belum lagi penyergapan terhadap oknum hakim, oknum jaksa dan penegak hukum lainnya, termasuk oknum pejabat di Mahkamah Agung (MA).

Terakhir, kata Bambabf, sasaran bergeser pada bupati dan wali kota terutama yang berasal dari PDIP dan Golkar.

Bagi masyarakat pada umumnya, target-target besar yang berhasil dijaring KPK itu menjadi bukti bahwa KPK memang tidak pandang bulu. Secara psikologis, kinerja KPK itu mestinya membuat siapa pun takut atau jera.

"Sayang, nyatanya efek jera tidak pernah muncul. Sebaliknya, oknum pemerintah dan oknum anggota parlemen terus bertambah," ujarnya, Senin (18/9/2017).

Tidak adanya efek jera itu tampak sangat jelas dari rentetan OTT oleh KPK dalam beberapa pekan belakangan ini, Sabtu (16/9/2017) pekan lalu, giliran Wali Kota Batu yang berasal dari PDIP yang terjaring OTT KPK.

Tag : OTT KPK
Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top