TSA Latih Avsec Perempuan Bandara Ngurah Rai Cegah Terorisme

Badan keamanan penerbangan Amerika Serikat atau Transportation Security Administration melatih 30 personil keamanan wanita bandara Angkasa Pura 1 untuk mengdentifikasi pelaku teror, khususnya aksi teror bunuh diri yang dapat mengancam keamanan dan keselamatan penerbangan.
Yanuarius Viodeogo | 27 Agustus 2017 01:02 WIB
Suasana di Bandara Internasional Ngurah Rai, Bali. - JIBI/Natalia Indah K.

Kabar24.com, DENPASAR--Badan keamanan penerbangan Amerika Serikat atau Transportation Security Administration melatih 30 personil keamanan wanita bandara Angkasa Pura 1 untuk mengdentifikasi pelaku teror, khususnya aksi teror bunuh diri yang dapat mengancam keamanan dan keselamatan penerbangan.

Pelatihan yang diadakan PT Angkasa Pura I (Persero) bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan dan Transportation Security Administration (TSA) ini diharapkan meningkatkan kewaspadaan dan ketelitian dalam mengidentifikasi tindakan teror di bandara

"Mengingat beberapa tahun terakhir ini terjadi beberapa aksi teror di bandara. Karenanya, sangat penting bagi kami selalu pengelola bandara untuk terus melakukan meningkatkan kemampuan, pembaharuan, dan meng-update teknologi yang terus berkembang," ujar General Manager Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali Yanus Suprayogi, melalui siaran pers, Sabtu (26/8/2017).

Kegiatan bertajuk “Training Aviation Security Screener for Female” ini mestih 30 personil aviation security (avsec) wanita dari 13 cabang bandara Angkasa Pura I. Pelatihan ini bertujuan agar para personel aviation security (avsec) wanita mampu menerapkan efektifitas dalam proses pemeriksaan atau screening penumpang secara optimal.

Juga bagaimana mengatasi dan menggagalkan serangan bom bunuh diri.

Transportation Security Administration (TSA) merupakan badan pemerintah Amerika Serikat yang bertanggung jawab dalam masalah keamanan penerbangan.

Tahun 2005 silam, TSA telah melakukan penilaian keamanan di Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali, dan pada 2007 bandara ini dinyatakan ‘comply’ atau memenuhi seluruh aspek keselamatan yang dipersyaratkan.

"Kami sangat mendukung pelatihan ini dan berharap dapat menyerap pengetahuan dan pengalaman dari TSA,” imbuh Yanus.

Dengan demikian, hingga saat ini Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali menjadi satu-satunya bandara di Indonesia yang secara aspek keamanan telah dinyatakan comply oleh dua institusi keamanan terkemuka luar negeri, yaitu Transportation Security Administration (TSA) Amerika Serikat dan dan Office of Transport Security (OTS) Australia

Tag : bandara ngurah rai, angkasa pura i
Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top