Amerika-Korsel Gelar Latihan Militer, Korut Ancam Perang

Korea Utara lagi-lagi mengancam Amerika Serikat (AS). Negara Paman Sam tersebut diancam akan mendapatkan pembalasan yang dahsyat karena mengabaikan peringatan Pyongyang mengenai latihan militer tahunan dengan Korea Selatan.
Renat Sofie Andriani | 22 Agustus 2017 13:46 WIB
Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un memimpin rapat perang untuk peluncuran rudal jarak menengah ke dekat wilayah AS di Pasifik, Guam. - KCNA

Kabar24.com, JAKARTA - Korea Utara lagi-lagi mengancam Amerika Serikat (AS). Negara Paman Sam tersebut diancam akan mendapat balasan yang dahsyat karena mengabaikan peringatan Pyongyang mengenai latihan militer tahunan dengan Korea Selatan.

Mengutip juru bicara militer Korut, Korean Central News Agency (KCNA) mengabarkan bahwa Korea Utara tidak akan membiarkan latihan bersama itu berlangsung begitu saja.

“Latihan yang sedang berlangsung berikut kunjungan pejabat militer AS ke Korea Selatan menciptakan situasi adanya "perang tiruan" di semenanjung Korea,” papar KCNA, seperti dikutip Bloomberg (Selasa, 22/8/2017).

Pernyataan yang terkesan agresif tersebut melanjutkan ketegangan antara AS dan Korea Utara yang sempat mereda pasca-perang retorika antara kedua negara awal bulan ini.

Presiden AS Donald Trump bahkan pekan lalu memuji pemimpin Korea Utara Kim Jong Un karena memutuskan untuk menunda peluncuran rudal ke perairan dekat Guam, beberapa saat setelah Trump memberi pernyataan keras bahwa setiap ancaman dari negara Kim Jong-un itu akan berbuah kemarahan darinya.

Ketegangan geopolitik meningkat pada bulan Juli setelah Korea Utara melakukan dua uji coba rudal balistik antarbenua. Trump pun menyatakan bahwa ia memiliki pilihan untuk melancarkan kekuatan militer untuk menghadapi ambisi nuklir Korut.

Latihan militer bersama AS dan Korsel telah mulai digelar pada Senin (21/8) dan akan berlangsung hingga akhir bulan ini. Sekitar 17.500 tentara AS ikut serta dalam latihan tersebut. Angka ini lebih kecil dari jumlah tahun lalu sebanyak 25.000 tentara.

Menteri Pertahanan AS James Mattis mengatakan penurunan jumlah tersebut hanya mencerminkan kebutuhan akan personil yang lebih sedikit, alih-alih sebagai respon terhadap ketegangan dengan Korea Utara.

Presiden Korsel Moon Jae-in kemarin dikabarkan memberi peringatan kepada Korea Utara untuk tidak menggunakan latihan militer tersebut sebagai alasan untuk melancarkan provokasi lebih lanjut.

“Latihan itu sama sekali tidak ditujukan untuk meningkatkan ketegangan militer di semenanjung Korea,” tegas Moon dalam sebuah pertemuan kabinet.

“Korea Utara seharusnya tidak pernah mengganggu upaya kita untuk menjaga perdamaian serta menggunakannya untuk membenarkan tindakan provokatif yang memperburuk situasi,” lanjutnya.

Latihan militer Ulchi-Freedom Guardian (UFG) secara rutin telah memicu kecaman dari Korea Utara. Tahun lalu, Korea Utara meluncurkan rudal balistik dari kapal selam dan menempatkan pasukan militernya pada tingkat siaga tertinggi.

“AS seharusnya tidak pernah lupa bahwa Korea Utara mengamati langkahnya dan siap melancarkan hukuman kapan saja,” menurut KCNA.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
korea utara, Donald Trump

Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top