Penipuan First Travel : Pemerintah Tak Akan Talangi Dana Korban Andhika Surachman

Wakil Presiden Jusuf Kalla menegaskan pemerintah tidak menalangi ganti rugi calon jamaah umrah First Travel yang diduga merugikan dana nasabah hingga Rp848 miliar.
Irene Agustine | 22 Agustus 2017 17:21 WIB
Korban kasus penipuan dana umroh First Travel melakukan audiensi kepada perwakilan Komisi VIII DPR dan Fraksi PPP di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (18/8). - ANTARA/Reno Esnir

Bisnis.com, JAKARTA – Wakil Presiden Jusuf Kalla menegaskan pemerintah tidak menalangi ganti rugi calon jamaah umrah First Travel yang diduga merugikan dana nasabah hingga Rp848 miliar.

Menurut Wapres, berbeda dengan penyelenggaraan haji yang pelaksanaannya diatur pemerintah, risiko penyelenggaraan umrah ditanggung penyelenggara dan nasabah yang bersangkutan.

“Wah ya siapa yang terima duit itu yang ganti kan. masa Anda yang tidak terima duit mesti ganti. Siapa yang terima duit,” kata JK di Kantor Wakil Presiden, Selasa (22/8/2017).

Dia melanjutkan, “Umrah kan lebih bebas ya daripada haji, karena itu dia urus travel itu sama saja dengan ke Singapura, Amerika dan macam-macam, seperti itu. Maka tanggung jawab tentu siapa yg menerima uang itu.”

Untuk ke depannya, Wapres mengharapkan masyarakat dapat cermat dalam memilih agen perjalanan yang kredibel atau tidak langsung percaya dengan agen yang menawarkan promo murah.

Selain itu, dia mengharapkan Kementerian Agama dapat segera menetapkan batas minimum biaya umrah. Namun, dia mengatakan selama agen perjalanan menggunakan skema Ponzi, potensi kejadian serupa masih akan terjadi.

“Pemerintah dari Kemenag bisa menetapkan batas minimum berapa itu, tapi walaupun ada batas minimum selama dia pakai sistem ponzi ya sama juga,” kata Wapres.

Dengan sistem Ponzi,. JK mencontohkan kekurangan uang yang dibayarkan pendaftar jemaah haji pertama akan dibayar oleh pendaftar terbaru.

"Dia rugi terus tapi cashflow-nya ada, bagus, tapi yang dirugikan orang yang belakangan, itu Ponzi itu," jelas Wapres.

Seperti diberitakan sebelumnya, polisi sedang menelusuri aset-aset  milik bos First Travel.

Sejauh ini aset yang berhasil dilacak antara lain satu unit tumah di Sentul City, satu unit rumah di Kebagusan-Jakarta Selatan, rumah kontrakan di Cilandak Jakarta Selatan, kantor First Travel yang berlokasi di Depok, TB Simatupang, dan Rasuna Said serta sebuah butik yang berlokasi di Kemang milik Anniesa Hasibuan, istri dari Bos First Travel Andhika Surachman. Selengkapnya, silakan klik di sini.

Bos First Travel dilaporkan ke polisi dengan tuduhan melakukan penipuan karena tidak memberangkatkan jamaah umrah yang sudah mendaftar melalui biro perjalanan miliknya.

Tag : penipuan, First Travel
Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top