Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

KAPOLDA METRO JAYA: Inilah Idham Azis, Sang Jagoan Antiteror

Jika Iriawan dikenal sebagai sosok Polisi asal Tanah Abang yang tak kenal takut, maka Idham adalah jagoan dari Densus 88 yang mumpuni dalam soal antiteror.
Saeno
Saeno - Bisnis.com 26 Juli 2017  |  13:32 WIB
 Irjen Pol Idham Azis - Istimewa
Irjen Pol Idham Azis - Istimewa

Kabar24.com, JAKARTA - Pergantian Kapolda Metro Jaya dari Irjen Iriawan atau yang dikenal sebagai Iwan Bule ke Irjen Idham Azis tak ubahnya peralihan dari satu pendekar ke pendekar lainnya.

Jika Iriawan dikenal sebagai sosok Polisi asal Tanah Abang yang tak kenal takut, maka Idham adalah jagoan dari Densus 88 yang mumpuni dalam soal antiteror.

Bisa jadi selama ini nama Idham Azis tidak terlalu dikenal publik. Tapi jangan salah, profilnya tak mencuat karena Idham memang bertugas di sisi yang harus tidak mudah terekspos. Ia lebih banyak hadir tanpa diketahui publik, mengingat tugasnya di dunia reserse.

Idham Azis, jenderal bintang dua atau Inspektur Jenderal (Irjen) Polisi ini banyak berkecimpung di dunia reserse dan kriminal termasuk menghadapi jaringan teroris.

Sebelum ditunjuk Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian menjadi Kapolda Metro, Idham adalah Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan (Kadivpropam) Mabes Polri.

Sebelum memimpin Divisi Propam, yang juga pernah dijabat Iriawan, Idham menorehkan prestasi di Detasemen 88 Antiteror Mabes Polri.

 Idham tercatat memiliki kemampuan antiterorisme. Salah satu prestasi yang ditorehkan yakni menembak mati "sang suhu" teroris asal Malaysia Dr Azhari dan kelompoknya di Batu Malang Jawa Timur pada 9 November 2005.

Saat itu, Kapolri Jenderal Polisi Sutanto menganugerahi penghargaan kenaikan pangkat luar biasa kepada Idham Azis bersama rekan sejawatnya Tito Karnavian yang saat ini menjabat Kapolri, Petrus Reinhard Golose dan Rycko Amleza Dahniel.

Menurut mantan komisioner Komisi Kepolisian Nasional Edi Hasibuan, Idham merupakan perwira tinggi kepolisian yang mengetahui banyak soal terorisme.

"Dia mantan Wakadensus 88 Antiteror, banyak pengalaman memberantas berbagai aksi teror," ujar Direktur Eksekutif Pusat Kajian Kepolisian Indonesia (Lemkapi) itu.

Idham lulus Akademi Kepolisian (Akpol) pada 1988 dan langsung menjadi anggota Pamapta Polres Bandung Polda Jawa Barat.

Setahun kemudian Idham menjabat Kaur Binops Lantas Polres Bandung, selanjutnya Kapolsek Dayeuh Kolot Polres Bandung, Kapolsek Majalaya Polres Bandung, Kanit VC Reserse Umum Ditreskrimum Polda Metro Jaya dan Wakasat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya (2001).

Pada 2002, perwira menengah Sespim Dodiklaf Polri, Kasat I Ditreskrimsus Polda Metro Jaya, Kasat III Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Waka Polres Metro Jakarta Barat (2004) dan Irbidops Itwasda Polda Sulawesi Tengah.

Menonjol di bidang reserse dan kriminal umum, Idham dipercaya menjabat Kanit Riksa Subden Investigasi Densus 88 Antiteror pada 2005.

Setahun kemudian, Idham menjabat Kanit Direktorat I Keamanan dan Transnasional Bareskrim Polri, selanjutnya Kasubden Investigasi Densus 88 Antiteror Bareskrim Polri, Kapolres Metro Jakarta Barat (2008), Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya (2009), Wakadensus 88 Antiteror Polri, Dirtipidkor Bareskrim Polri, Kapolda Sulteng, Irwil II Itwasum Polri, Kadivpropam Polri dan Kapolda Metro Jaya pada 2017.

Edi menilai penempatan Idham sebagai Kapolda Metro Jaya sebagai langkah tepat lantaran mantan Wakadensus 88 Antiteror itu cukup lama bertugas di wilayah hukum Polda Metro Jaya.

Menurut Edi, Idham sangat dikenal warga Jakarta termasuk tokoh masyarakat. Polisi jenderal bintang dua itu juga merupakan sosok tegas dan humanis.

Semoga DKI Jakarta semakin aman bersama Idham.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kapolda metro jaya Idham Azis

Sumber : Antara

Editor : Saeno

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top