Pawai LGBT di Amerika Tagih Janji Presiden Donald Trump

Kerumunan masa memadati New York City dan San Fransisco, Amerika Serikat, sebagai bagian dari Pride Marches atau pawai tahunan kaum LGBT, Minggu (25/6/17) waktu setempat.
Nurhadi Pratomo | 26 Juni 2017 12:22 WIB
Peserta LGBT Pride March di wilayah Manhattan di New York City, AS, 25 Juni 2017./ REUTERS - / Carlo Allegri

Kabar24.com, JAKARTA — Kerumunan masa memadati New York City dan San Fransisco, Amerika Serikat, sebagai bagian dari Pride Marchers atau pawai tahunan kaum lesbian, gay, biseksual, transgender (LGBT), Minggu (25/6/17) waktu setempat.

Dua kota tersebut disebut memiliki ikatan kuat dengan perjuangan hak kaum lesbian, gay, biseksual, dan transgender. Kerumunan massa bergerak dari New York’s Fifth Avenue sambil membawa foto Presiden AS Donald Trump sementara sebagian lainnya mengibarkan bendera bermotif pelangi bertuliskan “RESIST”.

Anggota Parlemen Negara Bagian New York dari Partai Demokrat Brad Hoylman mengatakan saat ini kaum LGBT mendapat tekanan dari pemerintahan Trump.

“Dia [Trump] telah menarik hak bagi siswa transgender serta adanya berbagai daftar permasalah lainnya soal urusan kaum LGBT. Itulah mengapa kita ada di sini hari ini,” ujarnya dikutip dari Reuters, Senin (26/6/17).

Pada masa kampanye, Trump pernah berjanji untuk melindungi kaum LGBT. Sebaliknya, pada Februari 2017 dia mencabut kebijakan bimbingan kaum transgender yang diberlakukan pada saat pemerintahan Barack Obama.

Aksi masa berakhir di Christopher Street, sebelah barat Manhattan untuk memeringati kerusuhan yang terjadi di Stonewall Inn, sebuah bar gay, pada 1969, akibat penggerebekan yang dilakukan oleh polisi. Gerakan Pride March pertama di New York dimulai setahun kemudian setelah kejadian tersebut.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Donald Trump, LGBT

Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top