DPRD Kepri Dukung Penggunaan Pertalite

Komisi II DPRD Provinsi Kepulauan Riau mendukung pengalihan konsumsi premium ke pertalite di provinsi itu, karena merupakan program pemerintah dan Pertamina, yang pasti mempertimbangkan kepentingan lebih luas.
Newswire | 30 Mei 2017 15:35 WIB
Ilustrasi Pertalite - Antara

Kabar24.com, JAKARTA - Komisi II DPRD Provinsi Kepulauan Riau  mendukung pengalihan konsumsi premium ke pertalite di provinsi itu, karena merupakan program pemerintah dan Pertamina, yang pasti mempertimbangkan kepentingan lebih luas.

“Masyarakat Kepri siap mendukung program tersebut, karena semua itu untuk kepentingan bangsa dan negara,” kata anggota Komisi II DPRD Kepri dari Fraksi Hanura, Rudy Chua.

Pengalihan dari premium ke pertalite, memang harus mendapat apresiasi dan dukungan. Apalagi menurut Rudy, dibandingkan Premium, Pertalite memiliki kualitas yang lebih baik bagi kendaraan di Indonesia, tidak terkecuali yang dimiliki warga Kepri. Selain itu, tak kalah penting, Pertalite juga lebih bersih ketimbang Premium karena memiliki RON di atas 88.

Begitupun, Rudy meminta Pertamina bersikap terbuka dan transparan dalam menerapkan kebijakan ini. Termasuk di antaranya, dalam mempersiapkan infrastruktur, termasuk menambah jumlah SPBU yang menjual Pertalite. Penambahan tersebut, menurut Rudy akan mempermudah masyarakat ketika membeli Pertalite, karena saat ini belum semua SPBU di Kepri menyediakan Pertalite. “Ini perlu menjadi perhatian Pertamina,” ujarnya.   

Hal lain yang harus dipertimbangkan, menurut Rudy, adalah momentum pengalihan itu sendiri. Menurut Rudy, akan lebih baik jika Pertamina tidak tergesa-gesa melakukan pengalihan. Terlebih, saat ini bertepatan dengan Ramadhan dan menjelang tahun ajaran baru, yang sudah tentu akan membuat kebutuhan masyarakat ikut meningkat. “Saya minta Pertamina memperhatikan momen-momen seperti ini,” kata dia.

Tidak hanya DPRD Provinsi Kepri. Dukungan terhadap Pertalite juga datang dari DPRD Kota Batam. Sebelumnya, aggota Komisi II DPRD Kota Batam dari Fraksi Golkar, Hendra Asman mengatakan, peralihan konsumsi dari Premium ke Pertalite memang sudah menjadi kebutuhan. Konsumsi Premium, lanjut dia, biasanya diperuntukan sepeda motor dan mobil-mobil yang usianya sudah tua.

Untuk mobil dan sepeda motor yang diproduksi di atas tahun 2005, serta kendaraan milik pemerintah maupun Pemerintah Daerah Batam, mengkonsumsi Pertalite.
Peralihan dari Premium ke Pertalite tersebut, secara ekonomis juga menguntungkan. Sebab, dengan kualitas yang jauh lebih tinggi, selisih harga antara Premium dan Pertalite tidak terpaut jauh. Itu sebabnya, kata Hendra, pemilik mobil maupun sepeda motor yang tahun produksinya masih muda, tidak mau menanggung risiko dengan menggunakan Premium.

“Kalau menggunakan Premium, mesin kendaraannya bisa terbakar atau jebol. Karena, kendaraan yang usianya masih muda memang diproduksi atau didesain untuk menggunakan Pertalite,” katanya.
 
Warga juga menyambut gembira keberadaan Pertalite. Johansyah, warga Bintan mengaku bahwa awalnya dia terpaksa membeli Pertalite, karena habisnya ketersediaan Premium. Tetapi setelah mempergunakan, Johansyah justru merasa bahwa Pertalite jauh lebih hemat dibandingkan Premium. “Kalau pakai Premium, isi dua puluh ribu biasanya untuk empat hari. Ini pakai Pertalite, lima hari baru ngisi lagi,” katanya.

Tag : BBM
Editor : Bambang Supriyanto

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top