Manado Didorong Jadi Hub Wisata Indonesia Timur

Pemerintah tengah mendorong ProvinsiSulawesi Utara menjadi pintu gerbang atau hub industri pariwisata di Kawaasan Timur Indonesia. Sejalan dengan hal itu, peluang investasi bagi pemodal juga terbuka lebar karena Sulut perlu menggenjot konektivitas agar layak menjadi hub.
Rivki Maulana
Rivki Maulana - Bisnis.com 25 Mei 2017  |  14:13 WIB
Manado Didorong Jadi Hub Wisata Indonesia Timur
Suasana pusat perbelanjaan dan hotel di kawasan Boulevard of Business, Jalan Pierre Tendean Manado. - Istimewa

Bisnis.xom, MANADO - Pemerintah tengah mendorong ProvinsiSulawesi Utara menjadi pintu gerbang atau hub industri pariwisata di Kawaasan Timur Indonesia. Sejalan dengan hal itu, peluang investasi bagi pemodal juga terbuka lebar karena Sulut perlu menggenjot konektivitas agar layak menjadi hub.

Menteri Pariwisata Aref Yahya, mengatakan posisi geografis Sulut yang sangat strategis di ujung telunjuk Pulau Sulawesi menjadi peluang besar untuk menarik turis dari negara-negara Asia Timur. Pasalnya, waktu tempuh perjalanan dari Asia Timur ke Sulut hanya berkisar 4-5 jam, lebih singkat dua jam ketimbang terbang ke Jakarta atau Bali.

Arief menggambarkan, setelah melancong ke Sulut, turis-turis dari China, Korea Selatan, Jepang, dan negara Asia Timur lainnya juga bisa melawat ke destinasi lain sepeti Morotai, Raja Ampat, dan Wakatobi. "Di dunia, hub countries mengambil untung paling banyak dan pendapatan per kapitanya tinggi seperti Singapura, Hong Kong, dan Dubai. Jadi jangan ditolak dulu kalau Manado akan kami jadikan hub untuk Kawasan Indonesia Timur," jelasnya di Manado, Rabu (24/5).

Untuk diketahui, saat ini Manado sudah terkoneksi dengan 13 kota di luar negeri lewat penerbangan langsung, baik penerbangan reguler maupun carter. Selain itu, Bandara Sam Ratulangi di Manado juga melayani 19 rute domestik, termasuk ke beberapa destinasi wisata seperti Bali, Raja Ampat, Gorontalo, dan Morotai.

Dalam jangka pendek, Kemenpar menyarankan para pemangku kepentingan industri pariwisata di Sulut untuk gencar menggelar promosi ke Filipina. Arief mengatakan, Filipina kini mulai dibanjiri para pelancong Korea dan Jepang. "Daripada jualan sendiri, lebih baik jualan ke [negara] tetangga, lebih mudah dan lebih murah," ujarnya.

Dalam dua bulan pertama di tahun ini, turis Korea Selatan yang melancong ke Filipina mencapai 305.052 wisatawan atau 25,19% dari total kunjungan turis asing ke negara tersebut. Posisi Korea Selatan disusul China dan Jepang masing-masing sebanyak 164.199 orang dan 105.473. Bila digabung, kunjungan turis Korea Selatan, China, dan Jepang mencapai 574.724 atau setara 12 kali lipat dari jumlah kunjungan turis asing ke Sulut pada tahun lalu.

Gubernur Sulawesi Utara, Olly Dondokambey mengatakan pihaknya kini tengah menjajaki pembukaan penerbangan langsung dari Korea Selatan dan Jepang. Dia menambahkan, penerbangan langsung dari Korea Selatan bakal dilayani oleh Maskapai Jin Air. "Ke depan kami ingin turis-turis kami dari China ini bisa juga ke Raja Ampat dan Wakatobi. Masalahnya sekarang (kapasitas) imigrasi dan bea cukai belum cukup," jelas Olly.

Sebagaimana diketahui, sejak membuka penerbangan langsung dari China pada Jun 2016 lalu, kunjungan turis asing ke Sulut melonjak. Sepanjang 2016, wistawan asing yang datang ke Sulut menurut data Badan Pusat Statistik mencapai 40.624. Dalam tiga bulan pertama 2017, kunjungan turis asing melalui Bandara Sam Ratulangi mencapai 17.941 turis.

Olly menuturkan, Sulut juga tengah mengerjakan sejumlah proyek infrastruktur guna menunjang industri pariwisata. Misalnya, Sulut tengah membangun jalan akses baru sepanjagn 28 km ke Likupang, wilayah yang tengah disiapkan sebagai lokasi kawasan ekonomi khusus (KEK) wisata. Jalan tersebut bakal membuat Likupang bisa dijangkau hanya 30 menit dari sebelumnya 90 menit.

Di sisi lain, Sulut juga membuka peluang investasi, baik di sektor pariwisata maupun sektor lainnya. Menurut Olly, saat ini ada enam proyek infrastruktur yang masuk dalam proyek prioritas. Di samping itu, Sulut juga tengah mengajukan sedikitnya enam proyek baru, mencakup proyek kereta api Manado-Bitung, Jalan Lingkar Luar Manado III, Bendungan Sawangan, trem dalam Kota Manado, dan KEK Likupang.

Hingga paruh pertama, realisasi investasi di Sulut mencapai Rp2,2 triliun dan hingga akhir tahun ditargetkan bisa mencapai Rp3,7 triliun. Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Lembong mengatakan Sulut merupakan salah satu dari tiga wilayah yang bakal gencar dipromosikan dalan kerangka kerja sama Inisiatif One Belt One Road (OBOR). Dua wilayah lain yang bakal gencar dipromosikan adalah Kalimantan Utara dan Sumatra Utara. "Lokasi Sulut sangat strategis dan ii akan menjadi fokus pengembangan investasi baru di Indonesia," ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
manado

Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top