Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Tol Laut Singkirkan Produk Malaysia

Pemerintah Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara mengharapkan pasokan kebutuhan pokok melalui program tol laut dapat mengurangi pasokan produk Malaysia.
Martin Sihombing
Martin Sihombing - Bisnis.com 16 Mei 2017  |  03:22 WIB
Kapal Tol Laut Logistik Natuna berangkat dari Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta. - Antara
Kapal Tol Laut Logistik Natuna berangkat dari Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta. - Antara

Bisnis.com, NUNUKAN -  Pemerintah Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara mengharapkan pasokan kebutuhan pokok melalui program tol laut dapat mengurangi pasokan produk Malaysia.

"Kita harapkan pasokan sembako melalui program tol laut ini dapat mengurangi pasokan produk Malaysia ke Kabupaten Nunukan," ujar Kepala Bidang Perdagangan Luar Negeri Dinas Perdagangan Kabupaten Nunukan Herry Ageng Santoso di Nunukan, Senin (15/5/2017).

Ia berpendapat bahwa pasokan produk Malaysia ke daerah itu telah berlangsung puluhan tahun sehingga terkesan sangat sulit dihilangkan. Namun tidak tertutup kemungkinan semuanya dapat dibalik dengan lancarnya pasokan kebutuhan pokok dari dalam negeri.

Maraknya pasokan produk Malaysia masuk ke Kabupaten Nunukan akibat kurangnya produk dalam negeri yang masuk ke daerah itu. Maka solusi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di wilayah perbatasan RI-Malaysia adalah mendatangkan barang-barang darei negara tetangga.

Kalaupun tidak dapat menghapuskan produk Malaysia di daerah itu, kata dia, minimal dikurangi setelah adanya pasokan produk dalam negeri melalui program tol laut agar masyarakat setempat tidak mengalami kelangkaan kebutuhan pokok.

Selain itu, lanjut Herry Ageng Santoso, lancarnya produk dalam negeri masuk ke daerah itu dapat menurunkan harga kebutuhan pokok dapat bersaing.

Selama ini, produk asal Malaysia terkesan memainkan harga akibat tidak adanya barang kebutuhan pokok lainnya. "Keberadaan tol laut memasok barang kebutuhan pokok produksi dalam negeri minimal dapat menekan harga produk Malaysia," ujar dia.

Herry Ageng Santoso menilai memutuskan mata rantai produk luar negeri beredar di Kabupaten Nunukan sangat sulit karena menjadi kebutuhan masyarakat setempat karena kualitas dan harga rendah.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

nunukan Tol Laut

Sumber : ANTARA

Editor : Martin Sihombing
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top