Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Pilpres Prancis: Ini Tanggapan Analis Terhadap Kemenangan Macron

Calon Presiden Prancis Emmanuel Macron berhasil meraih kemenangan besar atas pesaingnya dari kubu sayap Marine Le Pen dalam jajak pendapat yang digelar pada Minggu (7/5/2017) waktu setempat.
Yustinus Andri DP
Yustinus Andri DP - Bisnis.com 08 Mei 2017  |  11:28 WIB
Pilpres Prancis: Ini Tanggapan Analis Terhadap Kemenangan Macron
Presiden Prancis Emmanuel Macron - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA — Emmanuel Macron berhasil meraih kemenangan besar dalam pemilihan Presiden Prancis, menyingkirkan pesaingnya dari kubu sayap kanan Marine Le Pen dalam pemilu yang digelar pada Minggu (7/5/2017) waktu setempat.

Hasil hitung cepat terbaru dari Prancis menyebutkan, Macron berhasil meraih 66% suara, unggul jauh atas Le Pen yang hanya meraup 34%. Para analis menyebutkan kondisi ini sesuai dengan ekspektasi pasar selama ini.

Vice Chairman Evercore ISI Krisna Guha mengatakan, kemenangan Macron ini akan membuat kepercayaan investor pada euro dan Uni Eropa kembali solid. Risiko yang berpeluang melanda Bank Sentral Eropa (ECB) pun kembali turun.

“Kemenangan Macron akan membuat ECB percaya diri untuk melakukan pengetatan moneter pada Juni karena risiko dari sisi politik telah menunjukkan keseimbangannya. Namun kami percaya, ECB masih akan menunda penaikan suku bunganya hingga September,” ujarnya, seperti dikutip dari Bloomberg, Senin (8/5/2017).

Namun demikian, tantangan Macron kini ada pada konsistensi janji politiknya. Pasalnya, dia harus menghadapi parlemen Prancis yang cenderung akan terfragmentasi pada lima partai yang bertarung pada putaran pertama. Selain itu dia harus menghadapi tekanan dari pejabat parlemen partai sayap kanan.

Sementara itu ekonom kawasan Eropa dari Morgan Stanley di London Daniele Antonucci dan Matthew Pennill menulis dalam laporannya bahwa kemenangan Macron mengikis risiko keluarnya Prancis dari Uni Eropa (Frexit).

Akan tetapi, mereka melihat beragamnya anggota parlemen di Prancis pada masa kepemimpinan Macron akan membuatnya tak leluasa bergerak bebas untuk menerapkan kebijakan. Khusus di sisi ekonomi, mereka optimis program-program Macron akan dapat dijalankan meski harus melalu proses yang bertahap.

“Era Macronomics akan segera dimulai. Meskipun prospek perubahan di sisi ekonomi Prancis akan lebih terbatas karena parlemen yang terfragmentasi,” tulis mereka, seperti dikutip dari Bloomberg,  Senin (8/5/2017).

Adapun, Kit Juckes, ahli strategi global di Societe Generale SA di London mengatakan, nilai tukar euro terhadap dolar AS akan mengalami penurunan tipis sebelum akhirnya kembali naik selama beberapa hari ke depan. Pasalnya, kemenangan Macron ini relatif terprediksi oleh pasar. Di sisi lain, apabila euro kembali terapresiasi ke level yang lebih tinggi, maka akan menimbulkan risiko profit taking.

Di sisi lain, Kepala Strategi Investasi di AMP Capital Investors di Sydney Shane Oliver mengatakan,  kemenangan Macron berpeluang memperkuat blok Uni Eropa yang akan dipimpin oleh Prancis dan Jerman, setelah melemah akibat Brexit.

“Dengan demikian hasilnya akan positif bagi pasar investasi, terutama saham Prancis dan kawasan zona euro,” ujarnya seperti dikutip dari Bloomberg,  Senin (8/5/2017).

Tercatat sejak pemilihan umum Prancis pada putaran pertama, indeks saham gabungan Negeri Ayam Jantan telah naik 7,4%. Sementara itu saham-saham di zona euro juga turut terkerek hingga 6,3%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Pilpres Prancis

Sumber : Bloomberg

Editor : Gita Arwana Cakti

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top