Wapres JK Jadi Korban ‘Hoax‘ Karangan Bunga Ahok-Djarot

Informasi berbentuk gambar bercerita atau yang kerap disebut meme menjadi salah satu bentuk penyampaian informasi di media sosial yang banyak dikomentari netizen.
Irene Agustine
Irene Agustine - Bisnis.com 28 April 2017  |  17:00 WIB
Wapres JK Jadi Korban ‘Hoax‘ Karangan Bunga Ahok-Djarot
Wakil Presiden Jusuf Kalla. - Bloomberg/Dimas Ardian

Kabar24.com, JAKARTA – Informasi berbentuk gambar bercerita atau yang kerap disebut meme menjadi salah satu bentuk penyampaian informasi di media sosial yang banyak dikomentari netizen.

Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) turut mempertanyakan meme yang beredar di media sosial tentang dirinya. Dalam meme itu, Kalla menginstruksikan agar masyarakat tidak memberi karangan bunga kepada Anies Baswedan-Sandiaga Uno.

Seperti diketahui, beberapa hari terakhir Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan Wagub DKI Jakarta Djarot Syaiful Hidayat mendapat ribuan karangan bunga meski kalah dalam Pilkada DKI 2017.

Lengkapnya, meme dengan potret wajah Kalla tersebut bertuliskan, “Pesan Saya Pada Semua Pihak Instansi Pemerintah atau Swasta Nanti Bulan Oktober 2017 Saat Pelantikan Anies dan Sandiaga Tidak Perlu MENGHAMBURKAN UANG untuk KIRIM KARANGAN BUNGA. Itu NORAK dan KUNO. Sebaiknya Uangnya Dikumpulin Untuk Fakir Miskin dan Anak Yatim. Anies dan Sandi akan Lebih Bahagia”

Kalla menuturkan, dirinya telah menjadi korban hoax karena tidak pernah memberikan pernyataan tersebut. Dia bercerita, bahwa dirinya diperlihatkan meme oleh Ketua Tim Ahli Wapres Sofjan Wanandi, dan Juru Bicara Wapres Husain Abdullah tadi pagi.

“Kapan saya ngomong itu? Tadi pagi terkejut membaca itu seakan-akan saya memberikan komentar. Padahal, saya tidak pernah mengomentari mengenai bunga-bunga, terkecuali bunga bank saya selalu minta untuk turun,” selorohnya, usai peluncuran Jaringan Wartawan Anti Hoax, di Istana Wakil Presiden, Jumat (28/4/2017).

Bahkan, JK berpendapat bahwa kiriman karangan bunga tersebut malah harus disyukuri, karena menjadi berkah tersendiri untuk penjual bunga.

“Kalau bunga yang lain itu, berapapun terserahlah. Setidak-tidaknya, banyak perajin bunga yang mendapatkan pekerjaan baik, begitu kan?,” tuturnya.

Masalahnya, Kalla mengatakan, dirinya tidak terlalu sering memperhatikan informasi yang beredar di media sosial.

“Kebetulan saya tidak pernah membaca begituan. Sekarang trennya adalah Presiden suka membaca itu, jadi memang mengetahui apa yang terjadi. Jadi hati-hati membikin hoax, pasti dibaca oleh Bapak Presiden,” candanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Pilkada DKI 2017, hoax

Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top