ISLAM "MAZHAB MEDSOS": Umat Diimbau Berhati-Hati

Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Palu, Sulawesi Tengah, malah melarang umat Islam di daerah tersebut belajar tentang agama lewat media sosial (medsos).
Newswire | 23 April 2017 11:39 WIB
Ilustrasi: Facebook. - Bloomberg/Chris Ratcliffe

Kabar24.com, PALU - Kehati-hatian menjadi hal penting yang harus dijalankan Umat Islam jika mendapat informasi keislaman melalui media sosial. Bukan tidak mustahil, nama tenar dicatut oleh oknum yang punya maksud tertentu untuk menyebarkan pandangannya.

Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Palu, Sulawesi Tengah, malah melarang umat Islam di daerah tersebut belajar tentang agama lewat media sosial (medsos).

Ketua MUI Palu, Prof Zainal Abidin M.Ag menyatakan bahwa informasi di media sosial yang disebarkan oleh oknum-oknum tertentu tidak dapat dijadikan referensi sepenuhnya.

"Umat Islam jangan belajar tentang Islam lewat media sosial seperti dari whatsapp, BBMfacebook, instagram dan sebagainya," katanya di Palu, Minggu (23/4/2017).

Ia mencontohkan akhir-akhir ini umat Islam cenderung menulis kalimat Insya Allah yang dimaksudkan sebagai "Jika Allah mengizinkan" atau "Kehendak Allah", sedikit berubah menjadi 'In Sha Allah'.

Namun, sebut dia, menurut informasi yang beredar, penulisan yang benar yaitu "In Sha Allah", dan "Insya Allah" adalah salah, karena jika menggunakan huruf "sy" maka diartikan menciptakan Allah.

"Kalau Insya Allah menurut informasi dari media sosial yang membawa-bawa nama Zakir Naik yaitu menciptakan Allah. Karena itu, menurut informasi tersebut yang benar yaitu 'Insha Allah'," ujarnya.

Ia menyebut bahwa hal itu adalah keliru karena huruf "syin" dalam kalimat tersebut jika ditulis dalam bahasa Indonesia maka menggunakan 'sy', bukan sh.

Oleh sebab itu, ia membantah keras jika Zakir Naik mengurus tentang penulisan kalimat tersebut dalam Bahasa Indonesia, dikarenakan Zakir Naik bukan orang Indonesia melainkan orang India yang ahli di bidang perbanding agama, bukan ahli bahasa Indonesia.

"Apa kapasitas Zakir Naik mengurus Bahasa Indonesia? Saya yakin informasi yang beredar tersebut bukan dari Zakir Naik, tetapi oknum-oknum tertentu yang membawa-bawa nama Zakir Naik," sebutnya.

Namun demikian ia menganggap bahwa persoalan tersebut bukanlah hal yang prinsip di dalam Islam. Akan tetapi, ia menekankan agar Umat tidak serta merta langsung menjadikan referensi, patokan dan pedoman informasi dari media sosial.

"Jangan jadikan informasi di media sosial sebagai rujukan dan landasan kalian. Tetapi carilah guru atau seseorang yang berpengetahuan tentang Islam kemudian bertanya langsung, agar kalian tidak keliru," ujarnya.

Sumber : Antara

Tag : islam, Medsos
Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top