Bikin Belajar Sains Lebih Asik di Empat Wahana Baru Ini

Pusat Peragaan Iptek atau PP-IPTEK diklaim sebagai science center atau wahana pembelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi teraktif pertama di Indonesia .
Dika Irawan | 21 April 2017 15:48 WIB
Ilustrasi - hmte.ugm.ac.id

Kabar24.com, JAKARTA - Pusat Peragaan Iptek atau PP-IPTEK diklaim sebagai science center atau wahana pembelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi teraktif pertama di Indonesia . 

Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir, Jumat ( 21/4/2017)  meresmikan Empat Wahana Petualangan Sains hasil inovasi dari PP-IPTEK di Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta. Turut hadir dalam acara peresmian ini Direktur Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan Intan Ahmad, Direktur Jenderal Penguatan Inovasi Jumain Appe, Staf Ahli di Bidang Pendidikan Kemenristekdikti  Paulina Pannen dan Direktur PP- IPTEK Zulfan Adrinaldi.

Menristekdikti mengatakan mata pelajaran sains biasanya adalah salah satu pelajaran yang paling ditakuti oleh anak-anak karena dianggap pelajaran yang paling momok dan sulit dipahami. Dengan kehadiran wahana ini, imbuhnya, diharapkan memudahkan para murid atau anak-anak untuk mempelajari tentang sains dan membuat sains menjadi ilmu yang menarik di mata siswa.

Wahana Petualangan Sains adalah arena alat peraga yang menyajikan tantangan mengenai sains dan teknologi. Dalam wahana ini pengunjung dapat berpetualang untuk mencari solusi dari tantangan yang dihadapi dengan kemampuan sains yang dimilikinya. Wahana Petualangan Sains ini terdiri dari empat alat peraga, yaitu Human Yoyo, Lorong Ilusi, Laser Trap, dan Mirror Maze.

"Diharapkan wahana baru ini "Wahana Petualangan sains" dapat bermanfaat dan mempermudah anak-anak untuk mempelajari sains," katanya dalam keterangan tertulis.

Dalam rangkaian kegiatan yang akan diselenggarakan di PP-IPTEK ini, PP-IPTEK juga mengadakan kegiatan Workshop Pendidikan bagi Guru SMP bidang IPA/Sains yang bertema Metode Pembelajaran Sains yang Efektif melalui Constructivism Learning.

“ Bagaimana membuat menjadi mudah ? Itu harus melalui gurunya dulu, gurunya seperti apa ? Kalau gurunya tidak baik, muridnya pun tidak akan baik, kalau masuknya adalah emas ya harapannya keluarnya adalah emas juga, ” ungkapnya.

 

Tag : sains
Editor : Bambang Supriyanto

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top