AS Jatuhkan Bom Raksasa, 36 Militan Isis Di Afghanistan Tewas

Sekitar 36 tersangka militant ISIS diklaim tewas dalam serangan AS yang menggunakan senjata non-nuklir terbesar yang pernah digunakan dalam pertempuran, Jumat (14/4/2017).
Newswire | 14 April 2017 14:30 WIB
Presiden Amerika Serikat Donald Trump. - REUTERS/Jonathan Ernst

Kabar24.com, JAKARTA – Sekitar 36 tersangka militant ISIS diklaim tewas dalam serangan AS yang menggunakan senjata non-nuklir terbesar yang pernah digunakan dalam pertempuran, Jumat (14/4/2017).

Juru bicara Kementrian Pertahanan Afghanistan Dawlat Waziri mengatakan klaim tersebut belum diverifikasi secara independen, namun tidak ada warga yang menjadi korban dalam serangan yang membidik jalur gua dan terowongan itu.

"Tidak ada warga sipil yang terluka dan hanya basis yang digunakan Daesh untuk melancarkan serangan di bagian lain provinsi ini, hancur," kata Waziri seperti dikutip Reuters, dengan menggunakan istilah Arab untuk Negara Islam, yang telah membentuk sebuah benteng kecil di Afghanistan timur. Dan melancarkan serangan mematikan ke ibu kota Afghanistan.

Amerika Serikat menjatuhkan "induk dari segala bom", perangkat non-nuklir terbesar yang selama ini belum pernah diluncurkan dalam pertempuran, pada jaringan gua dan terowongan yang digunakan oleh kelompok IS di Afghanistan timur pada Kamis (13/4/2017).

Dilansir dari Antara, Presiden Donald Trump menyebut aksi pemboman itu sebagai bukti dari kebijakan luar negeri AS yang lebih perkasa sejak ia menjabat pada Januari, setelah delapan tahun Presiden Barack Obama berkuasa.

Bom GBU-43 yang memiliki berat 21.600 pound (9.797 kg) dan memuat 11 ton bahan peledak, dijatuhkan dari sebuah pesawat MC-130 di distrik Achin, provinsi Nangarhar, dekat perbatasan dengan Pakistan, kata juru bicara Pentagon, Adam Stump.

GBU-43 ini, yang juga dikenal sebagai "induk dari segala bom," pertama kali diuji pada Maret 2003. Perangkat ini dianggap sangat efektif digunakan untuk menyerang persembunyian kelompok yang berada di bawah tanah. Jenis lain dari bom ini juga sangat efektif menjangkau terowongan yang lebih dalam dan kokoh.

Ini adalah pertama kalinya Amerika Serikat menggunakan bom konvensional dengan ukuran ini dalam konflik.

Sumber : Antara, Reuters

Tag : as, Donald Trump
Editor : Bunga Citra Arum Nursyifani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top