Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pemprov Jateng Dorong Ekspor Buah Lokal

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meminta petani berinovasi dan berkreasi agar buah lokal asal provinsi tersebut merajai pasar internasional seiring pasar global yang seemakin terbuka lebar
Lingga Sukatma Wiangga
Lingga Sukatma Wiangga - Bisnis.com 27 Maret 2017  |  23:31 WIB
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo - Twitter
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo - Twitter

Bisnis.com, SEMARANG — Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meminta petani berinovasi dan berkreasi agar buah lokal asal provinsi tersebut merajai pasar internasional seiring pasar global yang seemakin terbuka lebar.

“Buah-buahan kita banyak diminati luar negeri. Kalau kita bisa tahu peta kebutuhan buah pasar dunia, maka kita tanam lalu lakukan quality control,” katanya, seperti dikutip dari laman resmi Pemprov Jateng, Senin (27/3/2017).

Menurut Ganjar, potensi komoditas Jateng merambah pasar internasional sangat terbuka lebar. Salah satunya pasar di Rusia yang membutuhkan kacang-kacangan untuk teman minum.

“Saya sudah bertemu Dubes Rusia, ternyata butuh kacang. Biasanya untuk teman minum, dan saya coba menawarkan kedelai sangrai asli Grobogan yang gurih itu. Mereka juga suka sekali dengan buah rambutan, bahkan di sana satu biji dihargai Rp60.000 pada Agustus nanti, mengundang Jateng ikut serta dalam Pameran Indonesia di Moskow. Ini prospek,” katanya.

Hasil gambar untuk Ganjar Pranowo

Selain meningkatkan kualitas dan produktivitas hasil panen, yang harus diperhatikan, menurutnya adalah menyangkut proses pengiriman barang ke berbagai negara tetangga.

Pengiriman diupayakan tidak melalui jalur laut, melainkan menggunakan transportasi udara. Hal itu dilakukan agar buah tidak cepat membusuk sebelum sampai tempat tujuan.

Meskipun biaya pengiriman cukup tinggi, tetapi petani masih bisa menikmati keuntungan cukup banyak.

Hasil gambar untuk Ganjar Pranowo dan buah

“Sebagai contoh harga pepaya California di Purworejo yang diminati konsumen luar Jawa dan luar negeri. Harga di pasar tradisional Rp5.000 per kg kemudian kalau ditambah ongkos angkut Rp26.000 per kg. Keuntungan yang didapat masih tinggi, ini prospek yang luar biasa,” ujarnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

regional
Editor : Martin Sihombing

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top