Responsible Business Forum Akan Bahas Masa Depan Pangan Pada 14-15 Maret di Jakarta

Bisnis.com, JAKARTA--Kadin bersama Global Initiatives, PISAgro dan Dewan Bisnis untuk Pembangunan Berkelanjutan Indonesia akan menggelar Responsible Business Forum on Food and Agriculture ke-IV pada 14--15 Maret 2017 di Grand Hyatt, Jakarta.
Fajar Sidik | 28 Februari 2017 15:22 WIB

Bisnis.com, JAKARTA--Global Initiatives bersama Kadin, PISAgro dan Dewan Bisnis untuk Pembangunan Berkelanjutan Indonesia akan menggelar Responsible Business Forum on Food and Agriculture ke-IV pada 14--15 Maret 2017 di Grand Hyatt, Jakarta.

Mengusung tema 'Mengamankan Masa Depan Pangan dan Nutrisi Asia', Responsible Business Forum on Food and Agriculture (RBF) yang Keempat akan menelusuri cara-cara inovatif dalam rangka meningkatkan produksi pangan berkelanjutan dan mengikutsertakan para petani pemilik ladang kecil untuk memperbaiki nutrisi dan kesehatan di kawasan ASEAN.  RBF diorganisir oleh Global Initiatives bersama dengan KADIN, PISAgro dan Dewan Bisnis untuk Pembangunan Berkelanjutan Indonesia (Indonesian Business Council for Sustainable Development).

RBF Edisi keempat ini akan mengumpulkan lebih dari 450 pihak pembuat keputusan tingkat internasional, mulai dari pelaku bisnis, pemerintah, pengusaha teknologi, LSM, dan para petani untuk mendirikan pendekatan-pendekatan baru terhadap keamanan pangan dan nutrisi di Asia. Para menteri dan pejabat senior pemerintah dari Indonesia, Vietnam, Thailand, Kamboja, Myanmar, Bhutan, Filipina, Laos, Malaysia dan Jepang akan hadir.

Beberapa pembicara utama akan dihadirkan diantaranya Peter Bakker, Presiden Dewan Bisnis untuk Pembangunan Berkelanjutan Dunia; Shinta Kamdani, Presiden Dewan Bisnis untuk Pembangunan Berkelanjutan Indonesia; Bambang Brodjonegoro, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Indonesia; Kundhavi Kadiresan, Asisten Direktur Jenderal dan Perwakilan Regional untuk Asia dan Pasifik.

Selain itu, UN Food and Agriculture Organization Dharnesh Gordhon, Presiden Direktur Nestlé Indonesia Imran Nasrullah, Chief Executive Indonesia Louis Dreyfus Company Hemant Bhatt, CEO Downstream & Commercial Golden Agri-Resources Beverley Postma, Chief Executive Harvest Plus Subandi Sardjoko, Wakil Menteri Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional Indonesia Kamel Chida, Wakil Direktur Bidang Nutrisi Bill & Melinda Gates Foundation Tanjuddin bin Abdul Rahman, Wakil Menteri Bidang Pangan Malaysia.

“Bahkan hingga kini, memperoleh makanan sehari-hari merupakan perjuangan bagi 795 juta orang di seluruh dunia. Beban terbesar sebenarnya berada tidak jauh dari kita, karena Asia mencakupi lebih dari 60% dari angka itu. Para pemimpin bisnis memiliki kekuatan untuk menciptakan perubahan sistemik yang dibutuhkan untuk memungkinkan adanya keamanan pangan. Responsible Business Forum di Jakarta merupakan wadah yang ideal untuk pemimpin perusahaan dan pemerintah dalam menepati janji-janji tujuan PBB kepada Asia Tenggara,” ujar Shinta Kamdani Wakil Kepala KADIN dan Presiden Dewan Bisnis Untuk Pembangunan Berkelanjutan Indonesia yang juga merupakan salah satu organisator RBF.

Pihak pemimpin internasional akan dihadiri oleh Golden Agri-Resources, Nestlé, Cargill, Syngenta, Monsanto, Friesland Campina, Sampoerna, Louis Dreyfus Company, Mars dan Musim Mas, sementara para organisasi internasional yang meliputi PISAgro, World Business Council for Sustainable Development, Bill & Melinda Gates Foundation, Grow Asia, UN Food and Agriculture Organization, Conservation International, IDH -The Sustainable Trade Initiative, Fairtrade Alliance, Crop Life Asia, CSIRO, Food Industry Asia, Fire Free Alliance, WWF, dan juga petani dari seluruh Indonesia. Inovator industri teknologi yang memiliki solusi-solusi baru bagi ekosistem pertanian termasuk dari Pur Projet, nFrnds, BTPN dan GeoTraceability.

Partisipan dari pihak pemerintahan, bisnis, lembaga keuangan, petani, dan LSM berbagai negara ASEAN akan membentuk kelompok-kelompok kerja yang akan membahas mengenai tujuh komoditas pertanian terpenting di kawasan Asia Pasifik; budidaya perairan dan perikanan, kakao, kopi, produk susu, padi-padian, minyak kelapa sawit dan beras.

Di RBF, kelompok-kelompok itu akan menghasilkan rekomendasi yang dapat diimplementasikan yang akan membantu para petani mendapatkan akses terhadap dukungan finansial dan teknologi baru, memperkuat kerjasama antara pihak swasta dan pemerintah, dan mengurangi dampak terhadap lingkungan alam.

“RBF tahun ini akan fokus pada solusi-solusi baru untuk permasalahan lama. Teknologi digital dan model-model finansial yang inovatif sudah dapat memberikan perubahan dalam lanskap masa kini,” jelas Tony Gourlay, penyelenggara Responsible Business Forum & CEO Global Initiatives. “namun perubahan sistem yang dibutuhkan Asia akan memerlukan kerja sama semua pihak yang terlibat; mulai dari pembuat kebijakan hingga pemimpin industri, dan juga para petani dan para pihak yang menghadiri Forum ini dapat memberikan perubahan bersama,” katanya.

Tag : kadin
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top