Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Tahun Ini, Industri Perhotelan Sumbar Lebih Optimistis

Industri perhotelan di Sumatra Barat lebih optimistis menatap kinerja tahun ini, meski pemulihan ekonomi belum optimal dan kian ketatnya persaingan industri hotel berbintang di daerah itu.
Heri Faisal
Heri Faisal - Bisnis.com 29 Januari 2017  |  02:31 WIB

Kabar24.com, PADANG—Industri perhotelan di Sumatra Barat lebih optimistis menatap kinerja tahun ini, meski pemulihan ekonomi belum optimal dan kian ketatnya persaingan industri hotel berbintang di daerah itu.

General Manager Rocky Hotels Grup Emir Yahya meyakini kinerja tahun ini akan lebih baik dari tahun lalu, didorong proyeksi peningkatan kunjungan wisatawan dan rencana kegiatan pemerintah.

“Tahun ini kami lebih optimis. Karena sektor pariwisata juga sudah mulai berkembang, sehingga jumlah wisatawan terutama domestik akan meningkat, juga rencana sejumlah event dari pemerintah daerah,” katanya kepada Bisnis.com, Jumat (27/1/2017).

Menurutnya, kebijakan pemerintah daerah yang mempioritaskan pengembangan sektor pariwisata ikut mendongkrak pertumbuhan ekonomi daerah itu dan meningkatkan kunjungan wisatawan.

Dia memperkirakan capaian okupansi dua hotel yang dikelola Rocky Grup itu yakni Rocky Plaza Padang dan Grand Rocky Bukittinggi bisa meningkat sekitar 10%.

Tahun lalu, okupansi kedua hotel dengan manajemen lokal itu rata-rata di kisaran 70% atau meningkat di atas 10% dari pencapaian tahun sebelumnya yang mengalami tekanan paling dalam.

“Tutup tahun Rocky Padang 72% dan Rocky Bukittinggi 68%, cukup memuaskan. Tahun ini kami lebih optimis,” ujarnya.

Meski begitu, dia mengakui informasi mengenai bencana daerah cukup mengganggu potensi pemasukan. Terutama dari wisatawan luar Sumbar yang ingin menikmati wisata alam di daerah itu.

Emir mengungkapkan berkaca dari tahun sebelumnya, banyak wisatawan membatalkan kunjungan karena adanya informasi gempa dan bencana alam. Ke depan, dia meminta pemda lebih optimal dalam pengelolaan bancana, sehingga tidak mengganggu sektor pariwisata.

Serupa, General Manager Pangeran Beach Hotel Soedjoko meyakini kinerja tahun ini bakal lebih baik dari tahun sebelumnya.

Walaupun tekanan ekonomi masih mengintai, asal pemerintah daerah komit mengembangkan sektor pariwisata dan meeting, incentive, convention, and exhibition (MICE), industri perhotelan masih potensial bergeliat.

“Tampaknya lebih bagus tahun ini, kami yakin masih bisa tumbuh. Kalau okupansi Pangeran tahun lalu di kisaran 70%,” katanya.

Menurutnya, kegiatan pemerintah sejauh ini masih menjadi penopang revenue perhotelan di daerah itu dengan kontribusi 30% sampai 40% dari total pendapatan hotel.

Sementara itu, Tri Pamudji Rahardjo, General Manager Kyriad Bumiminang Hotel berpendapat meski berpeluang tumbuh, pemda perlu mencermati ketatnya persaingan hotel di daerah itu terutama Kota Padang menyusul beroperasinya hotel-hotel baru.

“Saya kira masih berat, karena tekanan ekonomi masih besar juga ketatnya persaingan hotel sekarang,” katanya.

Meski begitu, dia menargetkan kinerja Kyriad Bumiminang harus lebih baik dari tahun lalu yang okupansinya sebesar 70%, terutama dengan mengoptimalkan MICE.

Apalagi, jualan utama hotel yang dikelola manajemen asal Perancis itu adalah sektor MICE dengan mengharapkan kontribusi kegiatan pemerintahan.

Sebelumnya, Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sumbar Maulana Yusran mengingat pemerintah daerah untuk mendorong pengembangan industri MICE guna mempertahankan kinerja hotel.

“Sektor MICE perlu lebih dimaksimalkan, agar sejalan dengan pengembangan pariwisata daerah,” katanya.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sumbar industri perhotelan
Editor : Rustam Agus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top