18 Puisi Radhar Dibacakan Dalam Teatrikal Manusia Istana

Teater Kosong dengan dukungan Bakti Budaya Djarum Foundation serta bekerjasama dengan OZ Production dan Kasni Production mempersembahkan pertunjukan teatrikal puisi berjudul Manusia Istana digelar mala mini di Teater Jakarta Taman Ismail Marzuki, Sabtu (28/1/2017)
Ramdha Mawaddha | 28 Januari 2017 19:27 WIB
Manusia Istana digelar di Teater Jakarta Taman Ismail Marzuki. - .wikipedia

Bisnis.com, JAKARTA-- Teater Kosong dengan dukungan Bakti Budaya Djarum Foundation serta bekerjasama dengan OZ Production dan Kasni Production mempersembahkan pertunjukan teatrikal puisi berjudul Manusia Istana  digelar mala mini di Teater Jakarta Taman Ismail Marzuki, Sabtu (28/1/2017).

Pertunjukan ini menampilkan karya-karya dalam antologi buku puisi Manusia Istana, karya terbaru Radhar Panca Dahana. Selain Radhar, pementasan yang diproduksi oleh Teater Kosong ini menampilkan beberapa pekerja seni kenamaan Indonesia terbaik, di antaranya adalah Olivia Zalianty, yang juga merangkap sebagai produser, Cornelia Agatha, Marcella Zalianty, Maudy Koesnaedi, Prisia Nasution dan Dinda Kanyadewi.

Dalam pertunjukan ini, akan dibacakan 18 puisi karya Radhar oleh enam orang perempuan dan Radhar sendiri. Tak hanya dibacakan, beberapa puisi juga diekspresikan dalam bentuk lagu oleh dua kelompok musik terkemuka Indonesia yaitu Toni Q Rastafara yang membawakan lagu Indonesia Jalanan dan Slank dengan lagu Kabut Sebuah Negeri.

Dalam preview media yang digelar kemarin, Radhar mengatkan bahwa teatrikal ini adalah bentuk keprihatinan dari semua tim yang terlibat. Dia berharap setelah penayangan teater ini mampu menggugah para elite yang diharapkan akan menonton untuk tergerak hatinya bahwa sebelum dia mengubah negara ini, dia harus mengubah dirinya sendiri.

“Kita ingin menggunakan carayang kita punya dan kita bisa dengan berkesenian untuk menyuarakan atau mengekspresikan hati dan pikiran kita, jiwa, batin sampai pada imajinasi kita tentang bangsa ini.
Tidak sedikit masalah yang ditimbulkan dari cara kita berpolitik, berekonomi dan berhukum yang ternyata banyak sekali penyimpangan,” jelas Radhar,

Tag : teater
Editor : Linda Teti Silitonga

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top