Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Mendagri Berharap Parliamentary Threshold Dapat Diperbesar

Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo menilai angka ambang batas partai politik untuk masuk parlemen dapat diperbesar.nn
Gloria Natalia Dolorosa
Gloria Natalia Dolorosa - Bisnis.com 16 Januari 2017  |  19:12 WIB
Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo - Antara
Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo - Antara

Bisnis.com, JAKARTA -- Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo menilai angka ambang batas partai politik untuk masuk parlemen dapat diperbesar.

Angka ambang batas partai politik untuk masuk ke parlemen (parliamentary threshold) saat ini sebesar 3,5%, sesuai dengan draft Rancangan Undang-undang (RUU) Penyelenggaraan Pemilu inisiatif pemerintah.

"Jadi, kami tetap bertahan. Kalau bisa ada peningkatan dari 3,5%. Kalau tidak ada kata sepakat, tetap kembali 3,5%,” kata Tjahjo, dikutip dari laman resmi Kementerian Dalam Negeri, Senin (16/1/2017).

Menurutnya, parliamentary threshold tetap diperlukan untuk meningkatkan kualitas demokrasi. Tjahjo optimistis dinamika pembahasan RUU Penyelenggaraan Pemilu seperti parliamentary threshold bakal mencapai titik temu.

“Nanti kan pasti ada kompromi. Kami tahu masing-masing partai ada strategi, punya antisipasi ke depan. Tapi kan kualitas demokrasi itu harus ada,” tegasnya.
Sebelumnya, Partai Gerindra sepakat presidential threshold dan parliamentary threshold 0% pada pemilihan umum 2019.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

tjahjo kumolo menteri dalam negeri parliamentary threshold
Editor : Martin Sihombing

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top