Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Mendikbud Ingin Sekolah Kembali Dapat Digunakan Usai Banjir

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan berharap seluruh siswa yang menjadi korban banjir di Bima, Nusa Tenggara Barat, dapat kembali melaksanakan kegiatan belajar mengajar usai liburan semester.
Sepasang suami istri mencari barangnya yang masih bisa dipakai pasca banjir bandang susulan di Kelurahan Penaraga, Kota Bima, NTB, Sabtu (24/12). Menurut data BPBD NTB sebanyak 105.758 jiwa di 5 Kecamatan dan 33 kelurahan terkena dampak banjir bandang yang terjadi Jumat (23/12/2016) di wilayah Kota Bima dan Kabupaten Bima. /ANTARA
Sepasang suami istri mencari barangnya yang masih bisa dipakai pasca banjir bandang susulan di Kelurahan Penaraga, Kota Bima, NTB, Sabtu (24/12). Menurut data BPBD NTB sebanyak 105.758 jiwa di 5 Kecamatan dan 33 kelurahan terkena dampak banjir bandang yang terjadi Jumat (23/12/2016) di wilayah Kota Bima dan Kabupaten Bima. /ANTARA

Kabar24.com, JAKARTA—Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan berharap seluruh siswa yang menjadi korban banjir di Bima, Nusa Tenggara Barat, dapat kembali melaksanakan kegiatan belajar mengajar usai liburan semester.

Muhadjir Effendy, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, mengatakan pembersihan dan pembenahan sekolah yang terendam banjir di Bima harus segera dilaksanakan. Hal itu untuk memastikan kegiatan belajar mengajar dapat segera dilakukan seusai libur semester.

“Setelah liburan semester nanti, semua sekolah harus sudah dapat digunakan,” katanya melalui keterangan resmi, Rabu (28/12/2016).

Muhadjir menuturkan seluruh pihak harus mau bekerja keras membenahi sarana fasilitas yang sempat terendam banjir, agar kegiatan belajar mengajar siswa tidak terganggu. Dirinya menginginkan kegiatan sekolah harus tetap berjalan, meskipun dalam kondisi darurat.

Menurutnya, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan telah menjadikan rehabilitasi sekolah yang rusak, serta pengadaan peralatan penunjang kegiatan belajar di sekolah sebagai prioritas, untuk tahun depan. Dengan begitu, pemerintah berharap proses ujian nasional di sekolah tidak terganggu.

“Komputer dan jaringan untuk ujian nasional berbasis komputer akan kami dahulukan, agar segera digunakan untuk belajar,” ujarnya.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sendiri mencatat setidaknya ada 71 sekolah di Bima yang terkena dampak banjir dengan ketinggian sekitar 20 cm hingga 30 cm. Meski banjir telah surut, lumpur yang tersisa masih perlu dibersihkan, agar sekolah dapat kembali digunakan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Penulis : Lili Sunardi
Editor : Fatkhul Maskur
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper