Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Mendikbud Ingin Sekolah Kembali Dapat Digunakan Usai Banjir

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan berharap seluruh siswa yang menjadi korban banjir di Bima, Nusa Tenggara Barat, dapat kembali melaksanakan kegiatan belajar mengajar usai liburan semester.
Lili Sunardi
Lili Sunardi - Bisnis.com 29 Desember 2016  |  02:10 WIB
Mendikbud Ingin Sekolah Kembali Dapat Digunakan Usai Banjir
Sepasang suami istri mencari barangnya yang masih bisa dipakai pasca banjir bandang susulan di Kelurahan Penaraga, Kota Bima, NTB, Sabtu (24/12). Menurut data BPBD NTB sebanyak 105.758 jiwa di 5 Kecamatan dan 33 kelurahan terkena dampak banjir bandang yang terjadi Jumat (23/12/2016) di wilayah Kota Bima dan Kabupaten Bima. - ANTARA
Bagikan

Kabar24.com, JAKARTA—Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan berharap seluruh siswa yang menjadi korban banjir di Bima, Nusa Tenggara Barat, dapat kembali melaksanakan kegiatan belajar mengajar usai liburan semester.

Muhadjir Effendy, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, mengatakan pembersihan dan pembenahan sekolah yang terendam banjir di Bima harus segera dilaksanakan. Hal itu untuk memastikan kegiatan belajar mengajar dapat segera dilakukan seusai libur semester.

“Setelah liburan semester nanti, semua sekolah harus sudah dapat digunakan,” katanya melalui keterangan resmi, Rabu (28/12/2016).

Muhadjir menuturkan seluruh pihak harus mau bekerja keras membenahi sarana fasilitas yang sempat terendam banjir, agar kegiatan belajar mengajar siswa tidak terganggu. Dirinya menginginkan kegiatan sekolah harus tetap berjalan, meskipun dalam kondisi darurat.

Menurutnya, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan telah menjadikan rehabilitasi sekolah yang rusak, serta pengadaan peralatan penunjang kegiatan belajar di sekolah sebagai prioritas, untuk tahun depan. Dengan begitu, pemerintah berharap proses ujian nasional di sekolah tidak terganggu.

“Komputer dan jaringan untuk ujian nasional berbasis komputer akan kami dahulukan, agar segera digunakan untuk belajar,” ujarnya.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sendiri mencatat setidaknya ada 71 sekolah di Bima yang terkena dampak banjir dengan ketinggian sekitar 20 cm hingga 30 cm. Meski banjir telah surut, lumpur yang tersisa masih perlu dibersihkan, agar sekolah dapat kembali digunakan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sekolah Bima Banjir Bandang
Editor : Fatkhul Maskur
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top