BISNIS INDONESIA 21 DESEMBER, Seksi Industri: Substitusi Impor Didorong Jadi Benteng

Berikut ini adalah ringkasan headlines BISNIS INDONESIA edisi cetak Rabu, 21 Desember 2016. Untuk menyimak lebih lanjut, silahkan kunjungi http://epaper.bisnis.com/
Priyo Susilo | 21 Desember 2016 03:05 WIB

BISNIS.COM, JAKARTA - Berikut ini adalah ringkasan headlines BISNIS INDONESIA edisi cetak Rabu, 21 Desember 2016. Untuk menyimak lebih lanjut, silahkan kunjungi http://epaper.bisnis.com/

Hal 25. KETIDAKPASTIAN GLOBAL 2017 ; Substitusi Impor Didorong Jadi Benteng

Asosiasi Pengusaha Indonesia menyatakan industri substitusi impor harus menjadi prioritas untuk membentengi ekonomi Indonesia dari dampak ketidakpastian global pada 2017.

Hal 26. PERDAGANGAN ELEKTRONIK ; Pemasaran Bahan Pangan Buka Peluang Baru
Pemasaran bahan pangan menjadi salah satu peluang baru yang bisa dimanfaatkan oleh pelaku ritel daring (online), seiring dengan tingginya pengeluaran masyarakat terhadap sektor tersebut.

Hal 27. KERJA SAMA ; REI Siap Rangkul Investor Asing
Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia siap bekerja sama dengan investor asing baik pengembang maupun kontraktor yang berminat melakukan pengadaan proyek di Tanah Air.

Hal 28. KERETA API BARANG ; KAI Cari Mitra Pebisnis Truk
PT Kereta Api Indonesia bakal menggandeng beberapa perusahaan truk mulai tahun depan untuk menggenjot pendapatan angkutan barang menggunakan kereta api.

Hal 29. NAVIGASI PENERBANGAN ; Antrean Pesawat Kian Pendek
Perum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia mengklaim rata-rata waktu antrean pesawat yang akan mendarat di bandara telah menyusut 50%, menjadi tujuh menit dari sebelumnya 2015 sekitar 15 menit.

Hal 30. MENJAGA DAYA BELI MASYARAKAT ; Harga BBM & TDL Masih Tetap
Harga bahan bakar minyak jenis Premium, solar, dan minyak tanah, serta tarif dasar listrik tidak akan mengalami perubahan pada awal 2017 guna menjaga laju inflasi dan daya beli masyarakat.

Hal 31. EKSPOR MANGGIS DIPERSULIT ; RI Bawa China ke WTO
Indonesia menggugat China ke Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) sehubungan dengan sikap Beijing yang mengulurulur penandatanganan protokol impor manggis.

Hal 32. PENGIRIMAN MOBIL ; Ekspor Diperkirakan Stagnan
Kinerja ekspor mobil pada tahun depan diperkirakan stagnan, terganjal oleh kondisi perekonomian di sejumlah negara tujuan.

Pantau terus perkembangan Real Count KPU Pilpres 2019, di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
headlines bisnis indonesia

Sumber : Bisnis Indonesia (21/12/2016)
Editor : Gita Arwana Cakti

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top