Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

GEMPA ACEH: Sejumlah Masyarakat Tidur Di Dalam Bangunan Nyaris Runtuh

Sejumlah masyarakat korban gempa di kawasan Paru Gede, Kecamatan Mereudu, Kabupaten Pidie Jaya, Aceh masih ada yang nekad tidur dalam rumah toko dalam kondisi rusak bahkan bangunan yang hampir runtuh.
Petugas medis menangani seorang anak korban gempa Bumi di RSUD Tgk Chik Ditiro, di Sigli, Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, Rabu (7/12/2016)./Antara
Petugas medis menangani seorang anak korban gempa Bumi di RSUD Tgk Chik Ditiro, di Sigli, Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, Rabu (7/12/2016)./Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Sejumlah masyarakat korban gempa di kawasan Paru Gede, Kecamatan Mereudu, Kabupaten Pidie Jaya, Aceh masih ada yang nekad tidur dalam rumah toko dalam kondisi rusak bahkan bangunan yang hampir runtuh.

Ketua tim relawan Aliansi Masyarakat Aceh Barat (AMAB) Adwina Pakeh, Jumat malam, mengatakan meski dalam kondisi bangunan hampir runtuh, namun beberapa warga tetap nekad tidur dalam rumah dan ruko karena sudah tidak tahan dengan udara dingin di luar.

"Banyak itu kami melihat warga tetap tidur dalam ruko yang sudah jelas dalam kondisi rusak, retak lebih parah lagi hampir runtuh. Tapi mereka tidur dalam kondisi pintu terbuka dan memang sudah tidak bisa ditutup dan buka lagi karena sudah rusak saat gempa Rabu pagi," ujarnya seperti dikutip Antara, Jumat (10/12/2016)

Adwina menyampaikan, tim relawan merasa prihatin melihat kondisi demikian saat malam tiba hingga memasuki malam ketiga, pasalnya sebagian warga di kawasan tersebut tidak tinggal dalam tenda pengungsian yang disediakan pemerintah.

Tidak diketahui juga secara detail penyebab warga setempat nekad tidur di dalam bangunan milik mereka yang telah rusak, dan mereka mendirikan posko atau membuat tenda-tenda kecil dari terpal sendiri maupun tenda milik kampung sebagai tempat beristirahat pada siang hari dan sebagai tempat tidur saat malam.

Adwina menyampaikan, pihaknya datang dengan membawa bantuan hasil sumbangan masyarakat di Aceh Barat dalam aksi penggalangan dana yang dilakukan usai gempa berkekuatan 6,5 pada skala Richter (SR) menguncang Aceh pada Rabu (7/12) pukul 05.03 WIB.

"Tapi bantuan kami bukan logistik, kami membantu pakaian anak, makanan anak-anak, susu anak serta alat kebutuhan wanita. Sepintas kami sampai di sini melihat bahwa bahan-bahan seperti itu yang masih sangat dibutuhkan, kalau logistik mungkin sudah banyak," katanya lagi.

Proses penyaluran bantuan untuk korban gempa di Pidie Jaya, pihaknya melihat masih banyak belum merata, malahan ada beberapa tempat bantuan menumpuk terutama di kawasan pusat kota Kecamatan Mereudu yang merupakan lokasi paling parah terdampak oleh gempa Rabu pagi itu.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel


Penulis : Antara

Topik

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper