Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

GEMPA ACEH: Sejumlah Masyarakat Tidur Di Dalam Bangunan Nyaris Runtuh

Sejumlah masyarakat korban gempa di kawasan Paru Gede, Kecamatan Mereudu, Kabupaten Pidie Jaya, Aceh masih ada yang nekad tidur dalam rumah toko dalam kondisi rusak bahkan bangunan yang hampir runtuh.
Antara
Antara - Bisnis.com 10 Desember 2016  |  04:43 WIB
GEMPA ACEH: Sejumlah Masyarakat Tidur Di Dalam Bangunan Nyaris Runtuh
Petugas medis menangani seorang anak korban gempa Bumi di RSUD Tgk Chik Ditiro, di Sigli, Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, Rabu (7/12/2016). - Antara
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Sejumlah masyarakat korban gempa di kawasan Paru Gede, Kecamatan Mereudu, Kabupaten Pidie Jaya, Aceh masih ada yang nekad tidur dalam rumah toko dalam kondisi rusak bahkan bangunan yang hampir runtuh.

Ketua tim relawan Aliansi Masyarakat Aceh Barat (AMAB) Adwina Pakeh, Jumat malam, mengatakan meski dalam kondisi bangunan hampir runtuh, namun beberapa warga tetap nekad tidur dalam rumah dan ruko karena sudah tidak tahan dengan udara dingin di luar.

"Banyak itu kami melihat warga tetap tidur dalam ruko yang sudah jelas dalam kondisi rusak, retak lebih parah lagi hampir runtuh. Tapi mereka tidur dalam kondisi pintu terbuka dan memang sudah tidak bisa ditutup dan buka lagi karena sudah rusak saat gempa Rabu pagi," ujarnya seperti dikutip Antara, Jumat (10/12/2016)

Adwina menyampaikan, tim relawan merasa prihatin melihat kondisi demikian saat malam tiba hingga memasuki malam ketiga, pasalnya sebagian warga di kawasan tersebut tidak tinggal dalam tenda pengungsian yang disediakan pemerintah.

Tidak diketahui juga secara detail penyebab warga setempat nekad tidur di dalam bangunan milik mereka yang telah rusak, dan mereka mendirikan posko atau membuat tenda-tenda kecil dari terpal sendiri maupun tenda milik kampung sebagai tempat beristirahat pada siang hari dan sebagai tempat tidur saat malam.

Adwina menyampaikan, pihaknya datang dengan membawa bantuan hasil sumbangan masyarakat di Aceh Barat dalam aksi penggalangan dana yang dilakukan usai gempa berkekuatan 6,5 pada skala Richter (SR) menguncang Aceh pada Rabu (7/12) pukul 05.03 WIB.

"Tapi bantuan kami bukan logistik, kami membantu pakaian anak, makanan anak-anak, susu anak serta alat kebutuhan wanita. Sepintas kami sampai di sini melihat bahwa bahan-bahan seperti itu yang masih sangat dibutuhkan, kalau logistik mungkin sudah banyak," katanya lagi.

Proses penyaluran bantuan untuk korban gempa di Pidie Jaya, pihaknya melihat masih banyak belum merata, malahan ada beberapa tempat bantuan menumpuk terutama di kawasan pusat kota Kecamatan Mereudu yang merupakan lokasi paling parah terdampak oleh gempa Rabu pagi itu.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Gempa Aceh
Editor : Bunga Citra Arum Nursyifani
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top