Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Perdagangan Bebas di Era Trump, Lanjut atau Tidak?

Presiden Amerika Serikat Barack Obama, Minggu (20/11/2016) waktu Peru atau Senin (21/11/2016) WIB ini, membela pakta perdagangan bebas yang diamini para sejawatnya dari Asia dan Pasifik yang bersumpah untuk memerangi proteksionisme.
Presiden AS Barack Obama dan para pemimpin dari sejumlah negara di APEC 2016 di Lima, Peru, Minggu (20/11/2016) atau Senin (21/11/2016) WIB./REUTERS
Presiden AS Barack Obama dan para pemimpin dari sejumlah negara di APEC 2016 di Lima, Peru, Minggu (20/11/2016) atau Senin (21/11/2016) WIB./REUTERS

Kabar24.com, JAKARTA - Presiden Amerika Serikat Barack Obama, Minggu (20/11/2016) waktu Peru atau Senin (21/11/2016) WIB ini, membela pakta perdagangan bebas yang diamini para sejawatnya dari Asia dan Pasifik yang bersumpah untuk memerangi proteksionisme.

Pandangan Obama dan dunia ini berseberangan dengan pendirian Presiden terpilih Donald Trump yang kemenangan mengejutkannya pada Pemilu Presiden lalu memicu ketakutan terhadap masa depan perdagangan global.

Kemenangan Trump telah meningkatkan kekhawatiran diterapkannya lagi bea masuk perdagangan setelah miliarder populis ini bersumpah akan mencampakkan serangkaian perjanjian perdagangan global penting.

Kemenangan Trump telah membayang-bayangi pertemuan tahunan APEC di Peru pekan lalu, di mana para pemimpin Asia Pasifik, termasuk Obama, Presiden China Xi Jinping dan Presiden Rusia Vladimir Putin mendapati diri mereka ditekan untuk mempertahankan perdagangan bebas.

Globalisasi dan perdagangan bebas luas dipersalahkan di Eropa dan Amerika karena membuat lokal dibanjiri pekerja asing dan telah menggerus standar hidup. Kekhawatiran ini direfleskikan pada terpilihnya Trump dan referendum Inggris keluar dari Uni Eropa (Brexit) Juni lalu.

Pada KTT APEC ada kekhawatiran khusus terhadap masa depan perjanjian Kemitraan Trans-Pasifik (TPP) yang diinisiasi AS yang oleh Trump akan dicampakkan. China kemudian memosisikan diri sebagai pengisi kekosongan kepemimpinan TPP akibat kemungkinan mundurnya AS di bawah Trump.

Namun, KTT yang ditutup Minggu waktu setempat, Obama mengatakan kesepakatan 12 negara dalam TPP, adalah jauh dari kata mati dan masih diinginkan terus berjalan bersama AS.

Obama juga menegaskan, bahwa perdagangan global itu positif sepanjang diarahkan kepada jalan yang benar dan diupayakan untuk menjawab meningkatnya keprihatinan terhadap globalisasi, namun mengakui bahwa kemakmuran memang tidak terdistribusikan secara merata.

"Untuk itulah mengapa saya yakin sekali bahwa salah satu tantangan terbesar kita pada tahun-tahun mendatang adalah memastikan bahwa manfaat ekonomi global dirasakan oleh lebih banyak manusia," kata Obama seperti dikutip AFP.

Obama lalu berpesan kepada dunia yang semakin mengkhawatirkan globalisasi,

"Jawabannya adalah berdagang dengan benar."

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Penulis : Newswire
Editor : Nancy Junita
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper