METERI LUAR NEGERI: WNI Harus Bangga Jadi Indonesia

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengingatkan setiap warga negara Indonesia (WNI) harus memiliki kebanggaan menjadi Indonesia.
Martin Sihombing | 02 November 2016 18:18 WIB
Retno Marsudi - Reuters/Iqro Rinaldi

Bisnis.com, YOGYAKARTA -  Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengingatkan setiap warga negara Indonesia (WNI) harus memiliki kebanggaan menjadi Indonesia.

"Kita harus semangat dan bangga menjadi Indonesia, dan kita yakin ke depan Indonesia akan menjadi lebih baik," ujarnya saat memberikan sambutan dalam 'Inspiring Talk Emtek Goes to Campus 2016' di Grha Sabha Pramana Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta, Rabu (2/11/2016).

Ia mengisahkan dirinya sebagai wanita pertama yang menduduki jabatan Menteri Luar Negeri dan hal itu berarti tanggung jawab yang diberikan kepadanya bukanlah sesuatu yang mudah untuk dijalankan.

Namun, pengalamannya sebagai diplomat selama hampir 30 tahun dan kesadaran akan arti penting dari kewajiban yang diampu membuatnya dapat senantiasa melangkah dengan mantap, katanya.

"Setiap pekerjaan memang memiliki tantangan, demikian juga dengan peran sebagai diplomat. Menjadi Menteri Luar Negeri merupakan satu tanggung jawab yang sangat besar. Tetapi kerja keras bukan pilihan, tapi itu adalah suatu keharusan," terang Retno.

Retno mengatakan, pemerintahan yang dipimpin Presiden Jokowi, ingin mewujudkan politik luar negeri yang membumi, yang manfaatnya dapat dirasakan secara langsung oleh rakyat serta dapat memberikan kontribusi pada perdamaian, stabilitas, dan kesejahteraan dunia.

Visi ini, kata dia, mendorongnya dan segenap menteri di dalam kabinet baru untuk bergerak cepat sejak awal masa kerjanya.

Oleh karena itu, tiga hari setelah dilantik, pemerintah telah mengeluarkan empat prioritas politik luar negeri Indonesia, yaitu melindungi integritas wilayah Indonesia, melindungi warga negara Indonesia dan badan hukum Indonesia di luar negeri, meningkatkan diplomasi ekonomi, serta meningkatkan partisipasi dan kontribusi Indonesia untuk isu-isu kawasan dan dunia.

"Dalam dua tahun ini kami telah melakukan 19 negosiasi batas negara, yaitu 13 negosiasi untuk batas wilayah darat dan enam untuk batas laut. Mengapa ini penting? Karena kalau batas wilayah kita sudah jelas, maka secara langsung potensi masalah kita dengan negara tetangga menjadi semakin kecil. Banyak masalah yang timbul karena belum selesainya batas wilayah," paparnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bangsa indonesia, retno l.p. marsudi

Sumber : ANTARA
Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top