Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

SURVEI PBB: 70% Pengungsi Suriah di Lebanon Di Bawah Garis Kemiskinan

Hasil survei yang disiarkankan oleh PBB pada Senin (19/9) memperlihatkan sebanyak 70 persen pengungsi Suriah di Lebanon masih hidup di bawah garis kemiskinan.
Martin Sihombing
Martin Sihombing - Bisnis.com 20 September 2016  |  10:46 WIB
Anak-anak pengungsi Suriah di penampungan Turki - Reuters
Anak-anak pengungsi Suriah di penampungan Turki - Reuters

Bisnis.com, BEIRUT - Hasil survei yang disiarkankan oleh PBB pada Senin (19/9) memperlihatkan sebanyak 70%  pengungsi Suriah di Lebanon masih hidup di bawah garis kemiskinan.

"Sebanyak 70,5%  pengungsi Suriah di Lebanon masih hidup di bawah garis kemiskinan," kata survei tersebut, sebagaimana dikutip Xinhua --yang dipantau Antara di Jakarta, Selasa (20/9/2016) pagi. Ditambahkannya, jumlah pasti tersebut telah naik dibandingkan dengan jumlahnya pada 2015.

Menurut survei itu, pengungsi Suriah tersebut tetap "sangat rentang terhadap guncangan luar dan sangat mengandalkan bantuan kemanusiaan untuk bertahan hidup".

Survei itu, yang dikenal dengan nama Vulnerability Assessment of Syrian Refugees, dilakukan setiap tahun di Lebanon oleh Progam Pangan Dunia, Komisariat Tinggi PBB Urusa Pengungsi (UNHCR) dan Dana Anak PBB (UNICEF).

"Nasib buruk ekonomi pengungsi Suriah tidak bertambah buruk separah kondisinya tahun lalu, tapi kami mengetahui bahwa ini terjadi berkat bantuan luar. Situasi bahkan akan bertambah parah tanpa bantuan yang diterima setakat ini," kata Mireille Girard, Wakil UNHCR di Lebanon.

Berdasarkan Rencana Tanggap Krisis Lebanon, US$726 juta telah disuntikkan ke dalam negeri tersebut pada 2016 guna membantu mencegah makin banyak pengungsi jatuh ke bawah garis kemiskinan, kata survei tersebut.

Selain itu, studi tersebut juga mendapati 34% keluarga pengungsi di Lebanon menghadapi kondisi rawan pangan, naik dari 23%  pada 2015. "Ada peningkatan 11% jumlah rumah tangga yang mengurangi pengeluaran mereka untuk membeli makanan dan penurunan tujuh persen mereka yang membeli makanan secara kredit," katanya.

"Temuan itu adalah pengingat buat kita semua bahwa banyak keluarga Suriah di Lebanon melakukan apa saja yang dapat mereka kerjakan dengan sarana terbatas untuk mempertahankan keselamatan dan kesehatan anak mereka," kata Wakil UNICEF di Lebanon Tanya Chapuisat.

"Buat mereka yang telah hidup melewati kerusuhan di Suriah dan menerima kesulitan di negara tuan-rumah, perawatan kesehatan, makanan, dukungan emosi dan pendidikan sangat penting," kata wanita pejabat tersebut.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

konflik suriah perang suriah pengungsi suriah

Sumber : ANTARA/Xinhua-OANA

Editor : Martin Sihombing

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top