SAR BNPB Akan Bantu Korban Tenggelam Bojonegoro

Tim SAR Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) akan membantu pencarian korban tenggelam di Bengawan Solo di Desa Ledokkulon Bojonegoro, Jawa Timur, Samidi (45) pada Senin (1/8/2016).
Newswire
Newswire - Bisnis.com 02 Agustus 2016  |  14:54 WIB
SAR BNPB Akan Bantu Korban Tenggelam Bojonegoro
Ilustrasi. - Antara

Kabar24.com, BOJONEGORO - Tim SAR Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) akan membantu pencarian korban tenggelam di Bengawan Solo di Desa Ledokkulon Bojonegoro, Jawa Timur, Samidi (45) pada Senin (1/8/2016).

"Tim SAR BNPB sekarang ini meluncur ke Bojonegoro untuk ikut membantu korban tenggelam di Bengawan Solo," kata Kasi Pencegahan dan Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro Sukirno, di Bojonegoro, Selasa (2/8/2016).

Menurut dia, Tim SAR BNPB akan ikut mencari korban tenggelam di Bengawan Solo itu, karena didukung dengan peralatan yang memadai, antara lain alat selam.

"Pencairan korban tenggelam Samidi dilakukan 11 personel gabungan SAR Bojonegoro bersama masyarakat sejak sehari lalu," ucapnya.

Pencarian korban, katanya, dilakukan mulai korban diketahui tenggelam di Bengawan Solo di Desa Ledokkulon Kecamatan Kota sampai di jembatan Kaliketek di Desa Banjarjo Kecamatan Dander, yang jaraknya sekitar 5 kilometer.

"Pencarian korban tenggelam dilakukan dengan menyusuri Bengawan Solo dengan tiga perahu karet," ujarnya.

Sesuai laporan yang diterima, katanya, korban Samidi tenggelam ketika menyeberang di Bengawan Solo dari Desa Sranak, Kecamatan Trucuk, ke seberang di Desa Ledokkulon, Kecamatan Kota, sehari lalu. "Tidak benar kalau korban sengaja menenggelamkan diri," ucapnya.

Berdasarkan saksi mata, katanya, korban yang baru pulang di tempat kerjanya di Desa Sranak, Kecamatan Trucuk, akan pulang ke rumahnya di Desa Ledokkulon, Kecamatan Kota.

Karena lama menunggu perahu penyebarangan, lanjut dia, Samidi berenang menyeberangi Bengawan Solo dengan memanfaatkan pohon pisang.

Namun, katanya, belum sampai di tepi pohon pisang yang dimanfaatkan untuk membantu berenang terlepas dan kemudian korban tenggelam. "Kemungkinan korban mengalami kejang kaki sehingga pohon pisang yang dipegang terlepas, sehingga kemudian tenggelam," jelas dia.

Ia mengimbau masyarakat agar tidak bermain-main di Bengawan Solo, seperti mandi, karena kondisi ketinggian air sungai terpanjang di Pulau Jawa itu masih cukup besar karena masih memperoleh pasokan air hujan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
tenggelam, mitigasi bencana

Sumber : Antara

Editor : Fatkhul Maskur

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top