Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ikan Berformalin Marak di Pasar Ritel Modern Palembang

Tim gabungan Pemprov Sumatra Selatan kembali menemukan ikan yang mengandung formalin di pasar ritel modern di Kota Palembang.
Dinda Wulandari
Dinda Wulandari - Bisnis.com 21 Juni 2016  |  12:27 WIB
ikan, perikanan
ikan, perikanan

Bisnis.com, PALEMBANG - Tim gabungan Pemprov Sumatra Selatan kembali menemukan ikan yang mengandung formalin di pasar ritel modern di Kota Palembang.

Terbaru, tim melakukan inspeksi mendadak (sidak) di hipermarket Giant Jalan MP. Mangkunegara Palembang pada Senin (20/6/2016) selain meninjau pula di dua pasar tradisional.

Kabid Konsumsi dan Keamanan Pangan Badan Ketahanan Pangan Sumsel, Rusmaladewi, mengatakan tingkat kadar dan komoditi perikanan yang ditemukan berformalin sudah makin  berkurang meski masih ada temuan. 

"Sidak hari ini lebih memperlihatkan perubahan. Hari ini, komoditi ikan lebih sedikit ditemukan yang berformalin dengan persentase formalin lebih rendah,"katanya,  Senin (20/6).

Jika sebelumnya, beberapa pasar tradisional ditemukan ikan, cumi, udang berformalin dengan kadar yang berat dan juga dua pasar retail modern yang disidak ditemukan bahan perikanan yang berformalin.

Sementara di pasar retail modern Giant ditemukan ikan peda yang positif berformalin. 

"Hasil tes kadar formalinnya hanya sekitar 0,1%-0,45%. Lebih rendah dibandingkan temuan kadar formalin pada komoditi lainnya" ujarnya.

Selain kadar formalin, tim yang terdiri atas gabungan kedinasan di Pemprov Sumsel, sekaligus instansi stuktural seperti Balai Karantina Ikan menemukan jenis sayuran yang mengandung bahan berbahaya.

Di Pasar Sako, tim menemukan sayur buncis yang masih berkadar pestisida yang kuat. Temuan ini juga mendapatkan pengamanan dari tim gabungan tersebut.

"Selain itu, tadi ada buncis yang berpestisida. Ini juga berbahaya jika di konsumsi masyarakat"ujar ia.

Rusmaladewi kembali menegaskan jika temuan bahan makanan berformalin lebih sedikit dibandingkan beberapa sidak lalu. Ia berpendapat jika pedagang dan masyarakat sudah makin cermat dalam memilih bahan makanan yang akan dikonsumsi. 

"Tadi di pasar, masyarakat banyak tanya mengenai cara membedakan makanan sehat. Ini sebagai interaksi masyarakat dalam melakukan pemilihan makanan yang sehat," katanya.

Sementara bahan makanan formalin, kata dia, akan bereaksi dengan protein pada produk perikanan dan jenis pangan lainnya sehingga akan sangat masuk ke dalam tubuh.

Formalin yang menjadi zat raektif dapat menghentikan sistem kerja enzxim sehingga tubuh akan kaku dan berpotensi meghasilkan kanker.
“Dalam jangka waktu yang lama bisa merusak organ hati, jantung, otak, limpa, ginjal dan syaraf,” katanya.

Sementara Manajer Store Giant, Hary Kusnanto menyatakan pihaknya akan koorperatif terhadap temuan makanan dengan indikasi atau sudah berformalin.

Adapun ikan peda yang diamankan tim merupakan produk dari distributor yang berasal dari luar kota Palembang.

"Kami tadi langsung tarik produknya dari tempatnya dan tidak akan dijual, termasuk mengevaluasi vendor yang menjadi pemasok komoditi tersebut," ujarnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

formalin
Editor : Mia Chitra Dinisari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top