Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

REFERENDUM BREXIT: Kepolisian Inggris Tangkap Tersangka Pembunuhan Anggota Parlemen Pro Tetap

Kepolisian Inggris menyatakan telah menangkap tersangka pelaku pembunuhan terhadap Jo Cox, anggota parlemen negara tersebut yang kontra Inggris keluar dari Uni Eropa.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 18 Juni 2016  |  10:53 WIB
REFERENDUM BREXIT: Kepolisian Inggris Tangkap Tersangka Pembunuhan Anggota Parlemen Pro Tetap
Seorang perempuan meletakkan karangan bunga sebagai tanda penghormatan di dekat foto anggota parlemen Inggris Jo Cox di kompleks parlemen di London, Inggris (17/6/2016) yang tewas diserang seorang pria./Reuters - Stefan Wermuth
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Kepolisian Inggris menyatakan telah menangkap tersangka pelaku pembunuhan terhadap Jo Cox, anggota parlemen negara tersebut yang kontra Inggris keluar dari Uni Eropa.

Dalam situs resminya yang diutip oleh Reuters pada Sabtu (18/6/2016), Kepolisian West Yorkshire menyatakan tersangka bernama Thomas Mair, pria berusia 52 tahun, dan melakukan aksinya seorang diri.

“Mair telah didakwa dengan pembunuhan, menyebabkan luka berat, kepemilikan senjata api dengan maksud untuk melakukan kejahatan, dan kepemilikan senjata ofensif, “kata pihak kepolisian. Mair dijadwalkan untuk hadir di pengadilan Sabtu (18/6/2016).

Pembunuhan terhadap ibu dua anak itu merupakan kabar yang mengejutkan bagi warga Inggris dan memicu kampanye untuk menunda referendum Brexit yang rencananya dilakukan minggu depan sebagai tanda penghormatan bagi Cox.

Pembunuhan ini memicu perdebatan di Inggris, yang memiliki kontrol senjata ketat, tentang keselamatan anggota parlemen, tempo tinggi konfrontasi politik, dan apakah pembunuhan tersebut akan mempengaruhi hasil referendum.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Brexit

Sumber : Reuters

Editor : Bunga Citra Arum Nursyifani
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top