Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Balikpapan Gandeng TNI/Polri Jaga Satwa Liar & Kayu Ilegal

Pemerintah Kota Balikpapan bekerja sama dengan TNI dan Polri untuk menjaga hutan lindung di kota tersebut dari pengganggu satwa liar dan penebang kayu ilegal.
Nadya Kurnia
Nadya Kurnia - Bisnis.com 04 Juni 2016  |  22:40 WIB

Kabar24.com, BALIKPAPAN--Pemerintah Kota Balikpapan bekerja sama dengan TNI dan Polri untuk menjaga hutan lindung di kota tersebut dari pengganggu satwa liar dan penebang kayu ilegal.

Kepala Badan Lingkungan Hidup Kota Balikpapan Suryanto mengatakan hingga saat ini perdagangan satwa liar di kota minyak masih terjadi.

Satwa-satwa liar itu diambil dari hutan-hutan lindung yang berada di wilayah Balikpapan.

"Sekarang kami kerja sama dengan TNI dan Polri. Mereka berjaga secara bergantian di hutan lindung. Jadi hati-hati saja yang suka ambil satwa dan kayu. Sanksinya bisa dipenjarakan. Kemarin sudah ada pelaku pencurian gaharu yang dipenjara," jelas Suryanto dalam acara peringatan Hari Lingkungan Hidup di area Bandara Sepinggan, Sabtu (4/6/2016).

Dia mengatakan BLH masih memiliki banyak pekerjaan yang belum direalisasikan dalam perbaikan dan pengawasan lingkungan.

Sebelumnya, pernah terjadi pembebasan lahan untuk perumahan di kawasan hutan lindung. Pemerintah mengaku pengawasan lingkungan masih belum maksimal dijalankan.

Selain itu, Suryanto mengatakan pihaknya belum menyelesaikan rencana penanaman mangrove seluas 350 hektare yang tertuang dalam rencana pembangunan jangka menengah daerah.

"Kami baru berhasil menanam 200 hektare. Dan masih ada sekitar 8000 hektare lahan kritis yang belum ditangani. Jadi pekerjaan rumah di bidang lingkungan hidup di Balikpapan ini masih banyak. Tapi kami akan selesaikan satu per satu secara bertahap," tutupnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pemkot balikpapan hari lingkungan hidup
Editor : Rustam Agus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top