MEI 2016: Kota Padang dan Bukittinggi Deflasi 0,37% dan 0,34%

Dua kota di Sumatra Barat, Padang dan Bukittinggi mengalami deflasi masing-masing 0,37% dan 0,34% per Mei 2016, dipicu turunnya harga cabai merah dan beras di daerah itu.
Heri Faisal
Heri Faisal - Bisnis.com 02 Juni 2016  |  00:20 WIB
MEI 2016: Kota Padang dan Bukittinggi Deflasi 0,37% dan 0,34%
Ilustrasi - hargababel.com

Kabar24.com, PADANG—Dua kota di Sumatra Barat, Padang dan Bukittinggi mengalami deflasi masing-masing 0,37% dan 0,34% per Mei 2016, dipicu turunnya harga cabai merah dan beras di daerah itu.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sumbar Dody Herlando mengatakan terjadi penurunan harga sejumlah komoditas pokok jelang Ramadan dan Lebaran tahun ini di Sumbar, sehingga berkontribusi menyebabkan deflasi.

“Dua kota di Sumbar justru deflasi. Kota Padang deflasi 0,37% dan Bukittinggi deflasi 0,34%,” ujarnya, Rabu (1/6/2016).

Dia menyebutkan sejumlah komoditas mengalami penurunan harga sepanjang Mei 2016, antara lain cabai merah deflasi 0,38%, beras deflasi 0,19%, jeruk 0,07%, bayam 0,02%, dan minyak goreng 0,01%.

Sedangkan komoditas yang masih mengalami inflasi adalah daging ayam ras sebesar 0,05%, apel dan telur ayam ras sebesar 0,02%, bumbu masak jadi, daging sapi dan pisang sebesar 0,01%, dan wortel dan beberapa komoditi lainnya dibawah 0,01%.

BPS mencatatkan deflasi Kota Padang disebabkan penurunan kelompok bahan makanan 0,54%, kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar sebesar 0,01%.

Sedangkan, kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau memberikan andil inflasi sebesar 0,14%, kelompok sandang sebesar 0,04%. Sementara kelompok kesehatan, kelompok pendidikan, rekreasi, dan olah raga dan kelompok transport, komunikasi dan jasa keuangan memberikan sumbangan dengan angka mendekati 0,00%.

Sedangkan di Kota Bukittinggi, kelompok pengeluaran yang memberikan sumbangan deflasi hanya kelompok bahan makanan sebesar 0,63%.

Sisanya, empat kelompok memberikan andil inflasi yakni, kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,11%, kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar sebesar 0,13%, kelompok sandang sebesar 0,03%, dan kelompok kesehatan sebesar 0,02%.

Sedangkan dua kelompok lainnya yaitu kelompok pendidikan, rekreasi dan olah raga serta kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan memberikan sumbangan dengan angka mendekati 0,00%.

Adapun, laju inflasi kalender Kota Padang tercatat 0,12% dan Bukittinggi deflasi 0,69%. Sedangkan laju inflasi year on year Kota Padang sebesar 3,91% dan Bukittinggi 3,48%.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
deflasi

Editor : Fatkhul Maskur

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top