Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Penurunan BBM & Panen Padi Picu Kediri Deflasi 0,45%

Kota Kediri deflasi 0,45% pada April setelah pemerintah menurunkan harga BBM. Pada saat yang sama, panen raya membuat harga beras turun.
Sri Mas Sari
Sri Mas Sari - Bisnis.com 02 Mei 2016  |  17:27 WIB
Petani sedang panen gabah - Antara
Petani sedang panen gabah - Antara
Kabar24.com, KEDIRI -- Kota Kediri deflasi 0,45% pada April setelah pemerintah menurunkan harga BBM. Pada saat yang sama, panen raya membuat harga beras turun. 
 
Deflasi itu menyamai nasional sekaligus yang terdalam ketiga di Jawa Timur setelah Banyuwangi dan Jember. Secara tahun kalender, Kota Kediri deflasi 0,21%, sedangkan secara tahunan inflasi 1,92%. 
 
Badan Pusat Statistik Kota Kediri mencatat deflasi April tahun ini relatif tajam dibandingkan dengan bulan yang sama tahun-tahun sebelumnya. Setidaknya dalam tujuh tahun terakhir, angka ini mengalahkan deflasi April 2011 yang mencapai 0,31%. 
 
"Selain panen raya padi, juga deflasi kali ini juga akibat penurunan harga bensin," kata Kasi Statistik Distribusi BPS Kota Kediri Lulus Haryono, Senin (2/5/2016).
 
Kendati harga bensin dan beras hanya turun 6,8% dan 3,5%, sumbangan keduanya terhadap deflasi cukup besar. Selain kedua komoditas itu, pemicu deflasi lainnya mencakup pepaya, bandeng, bawang putih, kacang panjang, solar, tarif listrik, cabai rawit, dan cabai merah. 
 
Harga cabai rawit dan cabai merah yang pada Maret sempat melampaui Rp40.000 per kg, jatuh hampir 50% pada April. 
 
"Ada panen di Tuban dan Kabupaten Kediri sehingga cabai kembali melimpah di pasar," jelas Lulus. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

deflasi panen raya penurunan bbm kota kediri
Editor : Rustam Agus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top