AS: Serangan Teror ISIS Lebih Berbahaya daripada Al-Qaeda

Bisnis.com, WASHINGTON Pakar politik Amerika Serikat mengungkapkan ancaman terhadap Negara Islam militan (IS) terhadap Eropa lebih buruk dari ancaman dari al-Qaida pada akhir 1990-an.
Anitana Widya Puspa | 02 Mei 2016 01:00 WIB
Para militan ISIS - Reuters
 
Kabar24.com, WASHINGTON - Pakar politik Amerika Serikat mengungkapkan ancaman terhadap Negara Islam militan (ISIS) terhadap Eropa lebih buruk dari ancaman dari Al-Qaeda pada akhir 1990-an.


Seorang ilmuwan politik AS dari think tank RAND Corporation Colin P. Clarke mengatakan situasi itu dibuktikan dengan ISIS yang tidak hanya mengambil alih petakan besar tanah di Irak dan Suriah pada Maret tetapi juga telah meluncurkan serangkaian serangan teror mengerikan di seluruh Eropa.

November lalu, orang bersenjata ISIS membunuh 130 orang dalam serangan ganas di Paris, Prancis, yang menjadi berita utama di seluruh dunia.

Bulan lalu, ISIS melakukan serangan di Brussels, Belgia, dengan meluncurkan tiga bom paku, bom yang dirancang mengeluarkkan paku pada kecepatan pencahayaan dan menembus daging, di bandara dan stasiun yang menewaskan lebih dari 30 orang.

Serangan teror ini mengingatkan pada ancaman teror yang dilakukan oleh Al-Qaida kepada AS dengan Osama bin Laden sebagai penggerak pada 11 September 2001 yang menewaskan sekitar 3.000 orang di New York dan Washington DC.

Pejabat Intelijen AS James Clapper mengatakan awal pekan ini bahwa kelompok radikal Islam memiliki jaringan di Inggris, Jerman dan Italia. Clapper pun memperingatkan bahwa kota-kota Eropa seperti London, Berlin atau Roma bisa menjadi target IS berikutnya dalam melakukan serangan brutal dengan meningkatkan jaringannya.

" Al-Qaeda menggunakan Eropa sebagai tempat untuk merekrut, menggalang dana dan membangun media dan kemampuan logistik mereka. Ancaman dari IS saat ini ... kelompok itu berusaha melakukan serangan spektakuler di kota-kota besar Eropa seperti Paris dan Brussels, " kata Clarke.

Clark mewaspadai luasnya jaringan dukungan yang tak nampak itu dan peranan dukungan jaringan di tempat itu dalam menyediakan pejuang ISIS dengan dokumen palsu (seperti paspor), kendaraan, rumah aman, senjata dan bahan-bahan yang diperlukan untuk membangun bahan peledak.

"Pertanyaannya kini adalah seberapa kuat jaringan yang ada itu dan mampukah penegakan hukum dan layanan keamanan membongkar atau setidaknya mencegah sebelum ISIS mampu menyerang?"

Clarke juga mengatakan kesemapatan kelompok besar radikal itu untuk menyerang AS tidaklah nol. Bahkan ISIS telah mengancam akan mengibarkan benderanya di atas Gedung Putih.

"ISIS telah menyatakan keinginannya untuk menyerang Amerika Serikat, dan menyerang kota seperti New York atau Washington DC jelas menjadi propaganda besar bagi kelompok, bahkan meskipun serangan itu tidak terlalu mematikan," tuturnya.

Tag : ISIS
Editor : Yusuf Waluyo Jati

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top